Ilustrasi: Pulang Kampung / Mudik (dok/Abo)
ExposeBanten.com — Siapa sih yang nggak kenal istilah mudik. Tiap tahun orang bela-belain antre tiket sampai macet-macetan di jalan demi satu tujuan ‘kampung halaman’.
Tapi jangan cuma jago packing barang, kalian harus tahu kalau kata “mudik” itu sebenarnya punya silsilah yang cukup dalam tapi simpel banget.
Usut punya usut, menurut informasi dari situs Indonesia Baik yang dikelola oleh Kominfo, kata mudik itu merupakan kependekan dari istilah bahasa Jawa, yaitu “Mulih Dilik”.
Kalau diterjemahkan secara bebas, artinya “pulang sebentar”. Ya, sesederhana itu tujuannya, pulang buat melepas rindu, habis itu balik lagi nyari cuan di kota.
Diintip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisinya sedikit lebih formal. Mudik diartikan sebagai kegiatan pergi ke udik (pedalaman) atau sekadar pulang ke kampung halaman.
Jadi, mau kalian pulang ke desa terpencil atau pinggiran kota, judulnya tetap mudik.
Nah, kenapa baru sekarang-sekarang ini mudik jadi heboh banget?
Kementerian Perhubungan mencatat kalau tradisi ini mulai meledak sekitar tahun 1970-an.
Waktu itu, orang-orang lagi semangat-semangatnya merantau ke Jakarta buat cari nasib yang lebih baik (urbanisasi). Karena kangen rumah itu manusiawi, akhirnya terciptalah ritual pulang massal yang kita kenal sekarang mudik.
Zaman sekarang, mudik sudah naik kelas. Bukan lagi soal satu agama atau golongan tertentu aja, tapi sudah jadi tradisi sosial nasional.
Mudik adalah momen sakral buat kita semua buat recharge energi bareng keluarga sebelum balik lagi ke rutinitas yang kadang bikin pusing.
Untuk orang-orang yang bekerja jauh dari keluarga, sudah siap buat mulih dilik tahun ini. Jangan lupa cek kondisi kendaraan dan saldo e-toll ya, biar perjalanan kalian tetap aman dan sampai tujuan. (Abo)
