ExposeBanten.com | Indramayu – Di saat ribuan warga Perumahan Margalaksana 1 dan 2 dirundung cemas akibat banjir yang tak kunjung surut, muncul aksi heroik dari seorang anggota Polri.
Bripka Rusmanto, anggota Polsek Indramayu, merogoh kocek pribadinya demi mendatangkan alat berat untuk menormalisasi drainase yang tersumbat, Rabu (28/1/2026).

Langkah nyata ini diambil Rusmanto setelah melihat penderitaan warga yang sudah tiga hari terendam air setinggi 70 sentimeter.
Tanpa menunggu anggaran pemerintah, ia menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Indramayu untuk segera mengerahkan ekskavator ke lokasi pada malam hari guna mengangkat lumpur dan hamparan eceng gondok yang menyumbat aliran sungai.
“Yang terpenting malam ini ekskavator harus turun sehingga warga di perumahan bisa tidur nyenyak,” ujar Bripka Rusmanto saat memantau pengerjaan hingga menjelang pagi.
Ia mengkhawatirkan prediksi BMKG mengenai hujan lebat sepekan ke depan akan memperparah kondisi jika tidak segera ditangani.
Ketua PWI Indramayu, Dedy S Musashi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Ia menyebut Rusmanto sebagai sosok local hero yang hadir tepat di saat masyarakat kehilangan harapan.
“PWI salut, di saat warga kesulitan, masih ada tangan yang mau mengambil peran nyata bahkan dengan biaya pribadi,” ungkap Dedy.
Dampak dari pengerahan alat berat tersebut langsung dirasakan masyarakat. Hingga Rabu pagi, debit air yang merendam permukiman terpadat di pusat kota Indramayu itu mulai berangsur surut.
Rusmanto bahkan menegaskan siap menambah armada jika satu unit ekskavator dirasa masih kurang.
Ketua RW 08 Perumahan Margalaksana Indah, H. Wahyudin, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya.
Menurutnya, tanpa kehadiran alat berat tersebut, ratusan warganya mungkin masih terjebak banjir dan harus mengungsi lebih lama.
Warga sekitar, termasuk Siska, turut menunjukkan solidaritas dengan menyediakan konsumsi bagi operator alat berat sebagai bentuk apresiasi atas pertolongan yang mereka terima.
“Sebagai bentuk terima kasih, kami siapkan makanan untuk operatornya yang bekerja lembur demi kami,” pungkas Siska. (Red)
