ExposeBanten.com | kab.Tangerang – Berawal dari seseorang bernama Jamal mengaku pelaksana pekerjaan U-Ditch di RT 11 RW 05, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, yang dikerjakan oleh Cv Hati Bersinar Nusantara, Senin (17/11/2025).
Jamal menyebut nilai anggaran sekitar Rp90 juta. Namun berdasarkan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Provinsi Banten, pekerjaan tersebut terdaftar dengan nilai Rp 189.400.000, dan dilaksanakan oleh CV Hati Bersinar Nusantara yang beralamat di Kecamatan Panongan.
Proyek pemasangan U-Ditch tersebut, kembali menuai kritik pedas. Pekerjaan yang diduga tidak sesuai teknis Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini ramai dibahas dan tidak sedikit sindiran warganet.
Sorotan publik semakin memanas di platform TikTok, terutama pada akun Mr. R, di mana netizen membanjiri kolom komentar dengan kritik terhadap kualitas pekerjaan yang dinilai asal-asalan.
Mereka menilai pemasangan tanpa alas beton, celah samping tidak diurug batu split dan pasir adukan, sambungan U-Ditch yang tidak disegel mortar, serta tidak dipasangnya papan informasi proyek
Tak hanya proyeknya, kritik juga mengarah kepada Gubernur Banten, Andra Soni. Banyak warganet membandingkan kinerjanya dengan Gubernur Jawa Barat.
Baca Juga: Warga Kecewa, Diduga Dewan dan Pelaksana Kongkalikong Soal Proyek U-Ditch di Cikupa
Beberapa komentar netizen yang viral di antaranya:
“Gubernur Banten ga bisa kerja kayak gubernur jabar ya gess, jadi maklum aja ya lah,” tulis akun @mrh4py.
“Coba gubernur jabar, langsung sidak. Gubernur Banten molor wae sih,” tambah akun @ABAH THEA.
“Terlalu banyak upeti yang disetorkan, akibatnya kerjaan jauh daripada kualitas standar,” tulis akun @OrangPinggiran.
Kritik yang menyeret Gubernur Banten ini menunjukkan besarnya ketidakpuasan publik terhadap pengawasan proyek di lapangan. Warga menilai lemahnya kontrol dari pemerintah menjadi penyebab kualitas pembangunan tidak maksimal.
Menilai hal ini, Jepri seorang pemerhati lingkungan menganggap wajar kalau pekerjaan pemasangan U-Ditch menuai kritikan
“Kalau hasilnya seperti ini, pantas diprotes. Pengawasannya di mana?”ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Cv Hati Bersinar Nusantara belum memberikan klarifikasi resmi. Warga berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten melakukan evaluasi menyeluruh agar proyek infrastruktur benar-benar memberi manfaat dan bukan justru menimbulkan polemik. (AboSopian)
