(kiri-kanan) : Sonny Hendra Sudaryana (Direktur Pengembangan Ekosistem Digital KOMDIGI), Edwin Hidayat Abdullah (Direktur Jenderal Ekosistem Digital KOMDIGI), Meutya Hafid (Menteri KOMDIGI), Irawan Harahap (CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land) dan Ferry Salman (Managing Director Sinar Mas) dalam seremoni Launching Garuda Spark Innovation Hub. (Foto: Ist)
Exposebanten.com | TANGERANG – Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City diluncurkan sebagai platform yang menghubungkan startup dan talenta digital Indonesia dengan industri, investor, teknologi, serta peluang pasar global. Kehadiran GSIH BSD City merupakan hasil kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) dan Sinar Mas Land untuk memperkuat ekosistem inovasi digital nasional.
GSIH BSD City merupakan bagian dari jaringan Garuda Spark Innovation Hub yang dikembangkan KOMDIGI untuk memperluas akses pelaku ekosistem digital terhadap sumber daya, jejaring, dan peluang pengembangan usaha. GSIH BSD City juga menjadi Global Hub pertama dalam jaringan tersebut.
Kehadiran platform ini berlangsung di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus meningkat. Laporan e-Conomy SEA yang diterbitkan Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD99 miliar pada 2026 dan diproyeksikan meningkat hingga USD340 miliar pada 2030.
Potensi tersebut didukung oleh semakin luasnya konektivitas digital. Sekitar 81 persen masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet. Namun, pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi, talenta, teknologi, industri, investasi, dan akses pasar.
Kolaborasi KOMDIGI dan Sinar Mas Land ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada 26 Agustus 2026 di GSIH BSD City, Gedung Biomedical Campus.
Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Pengembangan Ekosistem Digital KOMDIGI Sonny Hendra Sudaryana dan CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land Irawan Harahap. Acara tersebut disaksikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, Direktur Jenderal Ekosistem Digital KOMDIGI Edwin Hidayat Abdullah, Sekretaris Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Provinsi Banten Karna Wijaya, Managing Director Sinar Mas Ferry Salman, serta Senior Vice President Corporate Affairs Sinar Mas Land Panji Himawan.
Hubungkan Startup dengan Pasar Global
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, GSIH dibutuhkan untuk memastikan potensi digital Indonesia tidak berkembang secara terpisah, tetapi terhubung dalam satu ekosistem kolaborasi.
“Saya mengapresiasi terselenggaranya Launching Garuda Spark Innovation Hub di Biomedical Campus BSD City. Kehadiran GSIH ini penting untuk memastikan potensi digital Indonesia tidak berjalan sendiri-sendiri,” kata Meutya dalam keterangan tertulis yan diterima redaksi Selasa (1/9).
Menurutnya, talenta, startup, investor, industri, pemerintah, perusahaan, dan akademisi perlu memiliki ruang bersama untuk berkolaborasi dan mengembangkan potensi digital Indonesia.
“Talenta, startup, investor, industri, pemerintah, perusahaan, dan para akademisi saat ini bekerja di ruangnya masing-masing. Garuda Spark kita lahirkan untuk membentuk satu ruang kerja bersama dari seluruh elemen tadi,” ujarnya.
Meutya juga menekankan prinsip “Locally Adopted, Nationally Coordinated, Globally Connected” sebagai salah satu landasan pengembangan ekosistem digital Indonesia.
Prinsip tersebut diarahkan agar inovasi yang lahir dari talenta dan pelaku usaha di daerah dapat memperoleh dukungan nasional sekaligus terhubung dengan jejaring internasional.
KOMDIGI menargetkan jaringan GSIH dapat berkembang hingga 500 Spoke. Menurut Meutya, perluasan jaringan tersebut bukan semata-mata mengejar jumlah, melainkan memastikan pemerataan akses terhadap ekosistem dan peluang digital.
“Target kita bukan hanya angka, tapi juga pemerataan. Mari kita jadikan GSIH sebagai ruang kerja bersama untuk membawa potensi dan gagasan menuju manfaat nyata bagi Tanah Air,” katanya.
BSD City Jadi Global Hub
CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan, GSIH BSD City merupakan Global Hub pertama yang menjadi bagian dari jaringan Garuda Spark Innovation Hub.
Menurut Irawan, keberadaan GSIH di BSD City diarahkan untuk mempertemukan inovasi dengan kebutuhan industri sekaligus membuka akses menuju pasar global.
“GSIH di BSD City sebagai Global Hub pertama merupakan bagian dari upaya kami membangun ekosistem yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan industri dan peluang pasar,” ujar Irawan.
Melalui kolaborasi dengan KOMDIGI, GSIH BSD City diharapkan membuka akses bagi startup dan talenta digital terhadap teknologi, investor, industri, serta jejaring ekosistem digital internasional.
“GSIH menjadi platform yang membantu menghubungkan inovasi dengan kebutuhan nyata industri dan membuka jalur menuju pasar global,” katanya.
Kehadiran GSIH juga memperkuat arah pengembangan BSD City sebagai kawasan yang mempertemukan berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, teknologi, dan inovasi dalam satu ekosistem.
Konsep tersebut sejalan dengan positioning GSIH sebagai “The New Home of Indonesia’s Digital Ecosystem & Global Gateway”, yang menempatkan BSD City sebagai salah satu titik penghubung inovasi Indonesia menuju kolaborasi, industri, investasi, dan peluang global.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
GSIH BSD City dihadirkan melalui skema Privately Owned, Government Operated (POGO). Melalui skema tersebut, Sinar Mas Land mendukung penyediaan infrastruktur fisik, sementara KOMDIGI mengorkestrasi program dan jejaring ekosistem.
Skema ini mempertemukan startup, talenta digital, pelaku industri, investor, akademisi, pemerintah, komunitas, dan mitra global dalam satu ruang kolaborasi.
Model POGO sekaligus menjadi bentuk kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam membangun infrastruktur ekosistem digital. Pemerintah berperan dalam orkestrasi program dan pengembangan jejaring, sementara sektor swasta menyediakan lingkungan dan infrastruktur yang mendukung interaksi antarpelaku ekosistem.
Didukung Akses Transportasi
GSIH BSD City berlokasi di Gedung Biomedical Campus, BSD City, yang terhubung dengan sejumlah jaringan jalan tol, antara lain Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A dan 1B serta Tol Jakarta-Serpong yang terintegrasi dengan Tol JORR 1.
Kawasan tersebut juga memiliki akses ke jaringan Tol JORR 2 yang menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta, Kunciran, Serpong, Cinere, Cimanggis, Cibitung hingga Cilincing, serta terhubung dengan Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Jagorawi.
Mobilitas menuju GSIH BSD City turut didukung transportasi publik, mulai dari BSD Link, feeder bus BSD City, hingga KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk di Kawasan Intermoda BSD City dan Stasiun Jatake di Kawasan Hiera.
Dengan dukungan infrastruktur, konektivitas, dan jejaring kolaborasi tersebut, GSIH BSD City diharapkan menjadi penghubung bagi startup dan talenta digital Indonesia untuk mengembangkan inovasi, memperluas kolaborasi, serta membuka akses menuju pasar global. (*)

