ExposeBanten.com | Tangerang – Dinding beton dan jeruji besi tak membatasi kreativitas serta spiritualitas para warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang.
Dalam ajang Lomba Semarak Ramadhan 1447 H se-Wilayah Banten, mereka berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet tiga gelar juara sekaligus, termasuk Juara 1 Lomba Adzan dan Kultum, Rabu (4/3/2026).
Keberhasilan ini menjadi kado indah di bulan Ramadhan setelah melalui kompetisi daring yang ketat sejak 2 Maret lalu.
Selain membawa pulang trofi Juara 1 Adzan dan Juara 1 Kultum, perwakilan Rutan Tangerang juga mengamankan posisi Juara 3 dalam cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, mengungkapkan bahwa pencapaian ini lebih dari sekadar angka atau piala.
Ia melihatnya sebagai simbol perubahan perilaku dan kedewasaan spiritual para warga binaan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Keberhasilan ini bukan semata-mata tentang kemenangan, melainkan bukti bahwa proses pembinaan berjalan dengan baik. Ini berdampak nyata pada kepercayaan diri mereka untuk berubah,” ujar Irhamuddin dengan nada bangga.
Di balik kemenangan tersebut, tersimpan cerita ketekunan. Pada cabang Adzan, suara lantang dan makhorijul huruf yang tepat dari warga binaan berhasil memikat juri.
Sementara pada lomba Kultum, materi yang dibawakan terasa sangat personal dan menyentuh, selaras dengan tema “Ramadhan Momentum Hijrah Diri”.
Irhamuddin menambahkan bahwa pihaknya konsisten menjadikan pembinaan keagamaan sebagai pilar utama.
Menurutnya, setiap individu di dalam Rutan memiliki potensi besar untuk kembali menjadi pribadi yang bermanfaat saat bebas nanti.
“Prestasi ini adalah motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk hijrah. Kami ingin mereka siap kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih positif,” tutupnya.
Ajang tahunan yang digelar Kanwil Kemenkumham Banten ini diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Provinsi Banten.
Lewat kemenangan ini, Rutan Kelas I Tangerang kembali menegaskan komitmennya bahwa penjara bukanlah akhir, melainkan tempat menempa diri menjadi manusia yang baru. (Abo)
