ExposeBanten.com | Tangerang – Banjir Rob kembali merendam beberapa titik wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang Banten. Peristiwa ini telah berlangsung selama lima hari dan hingga kini kondisi dilaporkan belum sepenuhnya pulih, Jumat (16/1/2026).
Dalam kondisi ini, Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Kabupaten Tangerang terus bergerak dalam menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir rob di wilayah pesisir.
Menurut sekertaris HMNI, Edwin Purnama, bantuan dari beberapa pihak terus berdatangan, seperti salah satunya PGRI Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah semua pihak telah membantu, ini bentuk kepedulian terhadap warga, kita HMNI membantu mengumpulkan dan menyalurkan agar bantuan tepat sasaran,” ujar Edwin kepada ExposeBanten.com.
Semoga bentuk bantuan ini, kata Edwin, langsung diterima warga terdampak banjir dan bisa bermanfaat dan tepat sasaran.
“Pihak-pihak yang ingin membantu, akan tetapi bingung untuk memberikan kepada warga terdampak banjir, saya berharap berkoordinasi dengan HMNI Kabupaten Tangerang” katanya.
Lebih lanjut Edwin menegaskan, bentuk kepedulian terhadap warga terdampak banjir bukan hanya bantuan berbentuk materi saja, tenaga dan pemikiran untuk mengatasi masalah salah satunya juga.
Ia terus berkoordinasi dengan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang setiap perubahan situasi keadaan dan dirinya berharap, HMNI terus bergerak untuk membantu warga terdampak banjir sampai benar-benar keadaan pulih seutuhnya.
Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengatakan bahwa banjir rob ini berdampak signifikan terhadap permukiman warga.
“Banjir terjadi akibat pasang air laut yang tinggi, cuaca ekstrem, serta faktor pembangunan di wilayah pesisir. Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya enam desa pesisir terdampak banjir rob, khususnya di wilayah Kecamatan Kosambi dan sekitarnya.
Desa-desa tersebut, kata Taufik, Kampung Dadap, Kosambi Barat, Salembaran Jati, Salembaran Jaya, Desa Tanjung Pasir, Desa Lemo, Desa Muara, Desa Pangkalan, serta Desa Tanjung Burung, dan beberapa desa pesisir lainnya.
Akibat banjir rob ini, warga mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sejumlah ruas jalan tidak dapat dilalui, sementara beberapa rumah warga dan fasilitas umum terendam air laut.
Dalam upaya penanggulangan, BPBD Kabupaten Tangerang terus melakukan pemantauan intensif di lokasi terdampak serta menyalurkan bantuan kepada warga.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan para relawan untuk menangani dampak banjir dan mempercepat pemulihan kondisi wilayah. (AboSopian)
