Jalan Raya Serang-Cikupa KM 12 - KM 17
Exposebanten.com | TANGERANG – Jalur utama Jalan Raya Serang-Cikupa, Kabupaten Tangerang, kembali membuktikan kerentanannya.
Hanya dalam hitungan menit diguyur hujan lebat, ruas KM 12 hingga KM 17 langsung berubah menjadi kolam dadakan, memicu kemacetan total dan menyiksa para pengguna jalan, khususnya pekerja yang hendak pulang, Jumat (3/4/2026) sekira pukul 21.30 WIB.
Fenomena “banjir kilat” ini menyoroti ironi parahnya sistem drainase di wilayah industri tersebut.
Meski hujan hanya turun singkat di beberapa titik, air cepat menggenang di depan area industri/perumahan, melumpuhkan mobilitas warga, terutama saat jam sibuk.
Akibatnya, arus lalu lintas macet total. Kendaraan terpaksa merayap, dan pemotor harus bertaruh nyawa dengan risiko mogok demi menembus genangan.
“Saya baru pulang lembur, pas sampai depan Torabika ternyata sudah macet total karena banjir,” ujar salah satu pengendara motor di lokasi.
Keluhan serupa datang dari Dimas, warga Kecamatan Sukamulya, yang terpaksa menerjang banjir demi melepaskan lapar.
“Untung motor saya enggak mogok. Banjir saya terjang saja karena perut sudah lapar, ingin buru-buru sampai rumah,” keluhnya.
Buruknya sistem drainase atau daya tampung jalan yang tak lagi memadai diduga menjadi penyebab utama air cepat menggenang.
Kondisi ini membuat jalan raya vital di Kabupaten Tangerang tersebut seolah menjadi langganan “penjara” bagi warga setiap kali hujan turun. (Abo)
