Sarang Lebah di Kp Cariu Gandu RT 005/RW 003, Tobat, Kecamatan Balaraja (Dok/Abo)
ExposeBanten.com | TANGERANG – Malam itu, keluarga Nasruddin tidak bisa tidur tenang. Bukan karena suara kendaraan, bukan pula karena mati lampu. Melainkan karena ratusan lebah yang bersarang tepat di rumahnya, di Kampung Cariu Gandu RT 005/RW 003, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Sarang itu sudah lama ada. Semakin hari semakin besar, semakin ramai, dan semakin menakutkan. Anak-anak takut bermain di luar. Tetangga pun ikut was-was, khawatir lebah menyerang tiba-tiba.
Karena tak tahu harus mengadu ke mana, Nasruddin akhirnya menghubungi awak media.
“Sarang lebah di rumah saya sangat meresahkan keluarga dan tetangga saya, minta tolong ditindaklanjuti pak,” ujar Nasruddin kepada ExposeBanten.com, Kamis (5/11/2026).
Keluhan itu sederhana, namun di baliknya ada rasa takut yang nyata. Lebah bukan hewan peliharaan. Sekali terganggu, sengatannya bisa membahayakan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Mendengar laporan tersebut, ExposeBanten.com tidak menunggu lama. Tak berpikir panjang karena meresahkan warga dan sangat membahayakan, redaksi langsung menghubungi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, H. Achmad Taufik, M.Si, melalui pesan WhatsApp.
“Saya langsung perintahkan, malam ini langsung dievakuasi,” ujar Taufik dengan tegas.
Perintah itu bukan sekadar janji. Malam itu juga, tim BPBD Kabupaten Tangerang langsung bergerak menuju Kampung Cariu Gandu untuk mengevakuasi sarang lebah tersebut.
Bagi warga Desa Tobat, ini bukan sekadar evakuasi sarang lebah. Ini adalah bukti bahwa keluhan kecil warga bisa ditanggapi dengan cepat, jika disampaikan ke jalur yang tepat dan direspons oleh pejabat yang peduli.
Nasruddin dan keluarganya kini bisa bernapas lega. Sarang lebah yang selama ini menjadi teror, akhirnya berhasil ditangani sebelum memakan korban. (Abo)
