ExposeBanten.com | SERANG – Wacana efisiensi Anggaran pemerintah yang menyudutkan kegiatan Rapat di Hotel menuai ketidak nyaman nya dari Pelaku Industri Perhotelan.
Ketua PHRI BPD Banten G.S Ashok Kumar yang juga Korwil DKI & Jabar, WKU Pusat Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Perkumpulan Urang Banten, serta Ketua Dewan Pembina Utama IKEI Ikatan Engineers Indonesia Pusat, Meminta Pemerintah lebih bijak dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap sektor Akomodasi formal. INDUSTRI PERHOTELAN
“Kami sangat mendukung efisiensi dan penghematan anggaran negara. Tapi jangan menyebut hotel sebagai lambang pemborosan. Kami ini Industri yang Sah, Legal, dan dilindungi Undang-Undang,” tegas G.S. Ashok Kumar yang juga Founder 7P & 12 C di Sustainable Hospitality Management
Menurutnya, industri perhotelan saat ini sudah bertransformasi total untuk mendukung program strategis nasional. Salah satunya dengan mengantongi Sertifikasi Halal resmi dari BPJPH, mulai dari dapur, restoran, hingga manajemen pelayanan.
“Itu bukti kami berkomitmen menyediakan jasa yang bersih, aman, dan patuh syariat. Bukan sektor negatif,” ujarnya. Dan di setarakan Rapat di Bawa Pohon..
Ia juga menekankan, hotel adalah salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Jutaan karyawan, pelaku UMKM penyuplai bahan baku, hingga pemasok petani lokal pada industri ini
Belum lagi kontribusi nyata terhadap daerah. Kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di hotel menyumbang langsung PAD lewat pajak hotel dan restoran, pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak hiburan, dan pajak lainnya.
“Jangan korbankan reputasi kami. Perlu di ketahui bersama bahwa Satu Hotel saja punya lebih dari 125 komponen Multiplier Effect. Dari pemasok gula, teh, kopi, sabun, shampo, odol, dan seterusnya. Panjang sekali rantai ekonominya,” jelasnya.
Melalui rilis ini, PHRI berharap evaluasi internal pemerintah fokus pada sistem pengawasan anggaran, bukan menyudutkan industri perhotelan yang sedang berjuang menjaga momentum kebangkitan Ekonomi Nasional MENUJUH Indonesia Emas..Tutur Ashok. (*)
