Hendra Primitif, Ketua LSM GARI
Exposebanten.com | TANGERANG — Peringatan keras dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui program Monitoring Center for Prevention (MCP) bukan ancaman, melainkan kompas. Bagi Kabupaten Tangerang, sinyal evaluasi total itu justru menjadi titik balik krusial menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.
Ketua Umum LSM Gema Rakyat Indonesia (GARI), Hendra PPrimitif menegaskan momentum ini harus dijawab dengan keberanian radikal dari eksekutif dan legislatif untuk menyudahi praktik birokrasi lama yang tidak efisien.
Menurut Hendra, rambu-rambu hukum sudah mengunci mati ruang bagi penyimpangan. Mulai dari UU Tindak Pidana Korupsi hingga Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, semua telah menegaskan tidak ada lagi tempat bagi program siluman, duplikasi anggaran, maupun tumpang tindih kepentingan antara eksekutif dengan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) legislatif.
“Integrasi e-planning dan e-budgeting dalam SIPD bukan sekadar kewajiban administratif, tapi benteng pertahanan moral birokrasi,” tegas Hendra.
Di tengah anggaran daerah yang mencapai triliunan rupiah, Hendra mengingatkan setiap rupiah wajib dialokasikan secara presisi untuk menjawab kebutuhan riil rakyat bawah.
Ketua LSM GARI juga merinci empat pekerjaan rumah besar yang harus dijawab APBD, pengentasan 265.900 jiwa warga miskin, penyediaan air bersih di 83 persen wilayah krisis, penanganan darurat 2.700 ton sampah, dan penuntasan angka anak putus sekolah.
“Evaluasi dari KPK ini adalah momentum emas bagi seluruh pejabat untuk bermutasi menjadi aparatur yang berintegritas tinggi dan bersih,” ujarnya.
Dengan menyelaraskan kebijakan pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat secara merata dan menghapus ego sektoral, kepercayaan publik diyakini akan pulih sepenuhnya.
“Rambu evaluasi dari KPK sudah menyala terang. Ini adalah pemandu jalan menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan. Mari kita jadikan momentum ini untuk melahirkan lompatan besar, bergerak serentak melayani rakyat, dan membuktikan bahwa Kabupaten Tangerang mampu menjadi teladan nasional dalam pemerataan pembangunan,” pungkas Hendra Primitif dengan optimisme tinggi. (Abo)
