Exposebanten.com | BANDUNG — Pakar Vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Mirzam Abdurrachman, menegaskan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tidak akan memicu gelombang tsunami besar seperti bencana historis yang terjadi pada tahun 1883 silam.
Pernyataan ini menepis kekhawatiran masyarakat mengenai potensi terulangnya sejarah kelam yang menghancurkan pesisir Banten dan Lampung.
Menurut Mirzam, potensi terjadinya tsunami akibat letusan kali ini sangat kecil karena secara fisik tubuh Gunung Anak Krakatau belum cukup tinggi untuk memicu longsoran besar ke laut. Ketinggian Anak Krakatau saat ini tercatat baru mencapai sekitar sepertiga dari tingginya pada tahun 2018.
“Kekhawatiran akan munculnya tsunami kemudian letusan besar 1883 itu sangat kecil sekali. Kalau kita melihat Anak Krakatau sebagai kerucut seperti nasi tumpeng, nasi tumpeng itu belum ada, belum terbentuk, belum cukup tinggi,” jelas Mirzam pada Senin (7/9/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.
Mirzam menambahkan, indikator visual menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Anak Krakatau justru berangsur-angsur menurun dan menuju kondisi yang lebih tenang.
Hal ini dapat diidentifikasi dari beberapa gejala alam yang bisa diamati langsung oleh masyarakat di sekitar Selat Sunda:
- Kolom Erupsi Memendek: Tinggi pancuran lava (lava fountain) dan kolom abu vertikal semakin berkurang.
- Intensitas Berkurang: Jarak waktu antar-letusan kini semakin renggang.Analogi Medis:
Mirzam mengibaratkan kondisi ini seperti orang batuk yang frekuensinya mulai berkurang, menandakan gunung sedang berangsur pulih.
Meski trennya menurun, Badan Geologi Kementerian ESDM per 7 September 2026 masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk mematuhi protokol keamanan berikut:
- Radius Aman: Dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah aktif guna menghindari ancaman awan panas, lava, dan lontaran batu pijar.
- Antisipasi Abu Vulkanik: Warga yang terdampak hujan abu direkomendasikan mengurangi aktivitas luar ruangan atau wajib menggunakan masker demi mencegah gangguan pernapasan.
- Imbauan Tetap Tenang: Masyarakat pesisir Banten dan Lampung diminta tidak memercayai isu hoaks terkait tsunami dan dipersilakan beraktivitas normal sambil memantau arahan BPBD setempat. (*)

