Exposebanten.com | TANGGAMUS — Hujan abu vulkanik tipis melanda Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu pada Sabtu (5/9/2026), hingga memaksa sejumlah pengendara sepeda motor berputar balik akibat mata perih.
Fenomena yang diduga berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau ini mulai mengganggu aktivitas luar ruangan dan pernapasan warga di kedua wilayah tersebut.
Meski lapisan debu yang turun tergolong tipis, partikelnya yang halus dan tajam sangat mengganggu konsentrasi berkendara serta berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Di jalur Jalan Lintas Barat (Jalinbar) yang menghubungkan wilayah Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat, beberapa pemotor memilih membatalkan perjalanan mereka.
Keluhan mengenai perihnya paparan abu ini juga ramai membanjiri lini masa media sosial dan status WhatsApp warga di Pringsewu.
“Debunya tidak terlalu tebal, tetapi sangat halus dan beterbangan. Begitu kena mata langsung perih dan berair. Karena tidak kuat, akhirnya saya memutuskan putar balik,” ujar salah satu pengendara roda dua yang melintas.
Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum memberikan konfirmasi resmi mengenai sumber utama abu tersebut.
Namun, warga menduga kuat bahwa material halus ini berasal dari aktivitas gunung api di perairan Lampung yang terbawa embusan angin kencang.
Mengingat partikel abu vulkanik memiliki struktur yang tajam dan berbahaya bagi kesehatan, masyarakat diimbau untuk segera meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah berikut:
- Gunakan masker N95/KN95 serta kacamata pelindung saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
- Pakai helm full face bagi para pengendara roda dua untuk melindungi area wajah secara maksimal.
Jangan menggosok mata jika kemasukan abu. Segera bilas menggunakan air bersih yang mengalir.
- Pantau informasi resmi secara berkala dari kanal BMKG dan PVMBG untuk perkembangan situasi terkini.
Merespons kondisi ini, masyarakat mendesak pemerintah daerah setempat untuk segera turun tangan.
Warga berharap pemerintah memberikan imbauan resmi, melakukan penyiraman air di titik-titik jalan yang terdampak abu, serta menyiapkan langkah mitigasi cepat guna melindungi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia dari dampak buruk gangguan pernapasan. (*)

