Exposebanten.com | TANGERANG — Sebuah truk kuning bernomor polisi B 9902 TIT raib digondol maling saat diparkir di lapak limbah Kampung Kemuning, Desa Benda, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Polisi menduga aksi ini dilakukan oleh komplotan spesialis pencuri kendaraan besar yang kerap beraksi di wilayah Tangerang.
Pencurian ini baru disadari oleh Nana, seorang pekerja lapak yang berada di lokasi kejadian. Menurut kesaksiannya, truk tersebut memang biasa diparkir di sana karena area lapak dinilai aman. Sebelum truk menghilang, kawasan sekitar sempat ramai karena adanya acara hiburan organ tunggal.
“Sebelum kejadian, di lapak ada hiburan organ,” kata Nana, kepada Exposebanten.com, Senin (17/8/2026).
Ia menambahkan bahwa hiburan serupa memang cukup sering digelar di kawasan tersebut dalam seminggu terakhir. Saat terbangun sekitar pukul 03.30 WIB, Nana terkejut melihat kendaraan besar itu sudah tidak ada di posisinya.
Mendapat laporan dari pemilik truk bernama Indra pada Kamis (13/8/2026), Polsek Balaraja Polresta Tangerang langsung bergerak melakukan penyelidikan.
Polisi berhasil mengamankan rekaman CCTV yang merekam detik-detik aksi para pelaku. Penyidik Polsek Balaraja, Iswahyudi, mengungkapkan bahwa para pelaku datang menggunakan kendaraan berpelat F. Namun setelah dikoordinasikan dengan Samsat Bogor, nomor polisi tersebut dipastikan palsu.
“Pelat nomornya aspal (asli tapi palsu), tidak terdaftar di Samsat Bogor. Mereka memang tertangkap kamera CCTV saat beraksi melakukan pencurian truk itu,” jelas Iswahyudi.
Pihak Polsek Balaraja kini tengah berkoordinasi erat dengan Polsek Cikupa untuk memburu para pelaku. Pasalnya, modus operandi yang digunakan mirip dengan rentetan kasus pencurian mobil pikap dan truk yang marak terjadi di wilayah Cikupa belakangan ini.
“Baru-baru ini banyak mobil pickup dan truk hilang di wilayah Cikupa, sekarang mungkin menyasar ke wilayah hukum Polsek Balaraja,” ungkap Iswahyudi.
Untuk mengidentifikasi identitas para pelaku, polisi kini sedang melakukan pemeriksaan digital lebih dalam terhadap barang bukti rekaman yang ada.
“Saya minta video CCTV-nya di-zoom agar muka empat orang pelaku terlihat jelas,” tegas Iswahyudi menutup keterangannya. (Abo)

