Exposebanten.com | TANGERANG – Manajemen BMS FC Tigaraksa melayangkan surat terbuka kepada Askab PSSI Kabupaten Tangerang dan Komite Wasit menyusul insiden patah tulang yang dialami pemain mudanya, Sandi Permana, dalam ajang Piala Bupati Tangerang U-13.
Pemain muda tersebut mengalami cedera serius saat bertanding pada Minggu (31/5/2026) hingga harus menjalani operasi pemasangan pen.

Pihak manajemen menyoroti kinerja wasit karena insiden tersebut merupakan kejadian fatal kedua yang melibatkan lawan yang sama, yaitu FIFA Farmel Academy.
Sebelumnya, kiper Bintang Kelapa Dua juga mengalami cedera serius saat menghadapi tim tersebut.
Manajemen mempertanyakan pembiaran yang dilakukan perangkat pertandingan saat pelanggaran keras terjadi di lapangan.
“Kami mempertanyakan mengapa hingga terjadi patah tulang pada pemain kami, tidak ada satu pun peluit yang dibunyikan oleh wasit. Mengapa tindakan-tindakan yang berpotensi membahayakan pemain tidak mendapatkan respons tegas dari perangkat pertandingan,” tulis manajemen BMS FC.
Baca Juga: Dinodai Insiden Patah Tulang, Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Tangerang 2026 Tuai Kritik
Surat terbuka yang ditandatangani oleh Raden Lintang Fisutama ini menuntut empat hal utama kepada Askab PSSI Kabupaten Tangerang:
- Evaluasi menyeluruh terhadap jalannya laga Piala Bupati Tangerang U-13.
- Audit kinerja perangkat pertandingan dan ketegasan wasit di lapangan.
- Kajian mendalam atas insiden cedera yang berulang dalam kompetisi.
- Pembinaan khusus bagi wasit agar lebih protektif terhadap pemain usia dini.
BMS FC menegaskan tindakan ini murni demi keselamatan atlet muda, bukan mencari kambing hitam. Manajemen mengingatkan bahwa dalam sepak bola usia dini, trofi dan kemenangan tidak boleh mengorbankan masa depan dan keselamatan anak-anak. (Abo)

