Exposebanten.com | TANGERANG — Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Mahfudz Fudianto, mencecar manajemen Samanea Kuliner Junction pada Senin (25/05/2026). Pemanggilan ini dilakukan setelah tiga tenan di kawasan Pujasera Suvarna Sutera, Cikupa tersebut kedapatan menjual minuman beralkohol (Minol) secara ilegal.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan yang digelar di Gedung DPRD, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Tangerang mendesak pengelola bertanggung jawab atas praktik ilegal dan potensi hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah tersebut.

Tiga tenan dan penyewa yang disinyalir menjual Minol tanpa izin adalah Pusat Bir Suvarna, Si Botol, Hunter Beer and Cafe, serta Hibisa Hotel dan room karaoke.
Menanggapi temuan ini, politisi Partai Golkar tersebut melontarkan kritik keras kepada perwakilan pengelola kawasan.
“Risiko akan hal tersebut, berapa kerugian retribusi kami (Pemkab Tangerang). Bapak sudah hitung belum, kalo curi-curian begini. Kami juga mau menghitung ini,” tegas Mahfudz Fudianto yang akrab disapa Bimo
Selain menyoroti pelanggaran Perda dan hilangnya potensi pajak akibat penjualan Minol curian, Komisi I dan II DPRD turut mempertanyakan berbagai kewajiban operasional lain dari pengelola.
Bimo menekankan beberapa poin evaluasi krusial yang wajib dibenahi manajemen, meliputi:
- Potensi Pendapatan & Pajak: Ketidakjelasan ketaatan bayar pajak tahunan seperti PBB dan pajak reklame di kawasan komersil tersebut.
- Mitigasi Sosial & Keamanan: Dampak stabilitas lingkungan sekitar imbas peredaran alkohol yang tidak berizin.
- Sanksi Penyewa: Kurangnya sikap tegas dari pihak pengelola terhadap penyewa bermasalah, serta transparansi kontrak antara penyewa dan manajemen.
- Standar Lingkungan: Kelayakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar tidak mencemari lingkungan warga.
RDP strategis ini turut dihadiri langsung oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Tangerang. Jajaran yang hadir memberikan keterangan langsung di antaranya Kepala DPMPTSP yang membidangi izin OSS, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Satpol PP, hingga Camat Cikupa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Samanea Kuliner Junction didesak untuk segera memperbaiki sistem pengawasan, perizinan, dan tata kelola kawasan Pujasera agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Abo)

