Exposebanten.com | INDRAMAYU – Polisi mengungkap kronologi kebakaran yang terjadi di areal Pertamina di Desa Rajaiyang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026) siang.
Insiden tersebut melanda fasilitas unloading Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Cemara saat proses pemuatan minyak mentah berlangsung.
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 12.15 WIB. Saat itu, aktivitas pemuatan minyak sedang berjalan normal sebelum tiba-tiba muncul percikan api dari konstruksi fasilitas unloading.
“Percikan api kemudian dengan cepat berkembang menjadi kobaran api besar akibat adanya material dan uap minyak yang mudah terbakar di lokasi,” ujar Tarno dalam keterangan tertulis.
Api dengan cepat membesar dan merembet ke sejumlah instalasi di area tersebut. Bahkan, satu unit kendaraan tangki milik PT Risma dengan nomor polisi E 9154 AI turut terbakar dalam insiden itu.
Petugas operasi dan keamanan yang berada di lokasi sempat berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya.
Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut belum berhasil mengendalikan situasi.
Api baru bisa dikendalikan setelah armada pemadam kebakaran dari internal Pertamina tiba di lokasi. Proses pemadaman juga melibatkan bantuan dari Pemkab Indramayu, PLTU, serta unsur TNI.
“Upaya pemadaman dilakukan intensif menggunakan air dan busa khusus (foam) untuk kebakaran bahan bakar minyak. Api berhasil dilokalisir dan dipadamkan total pada pukul 14.48 WIB,” jelasnya.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang bersama Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo turut turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu penanganan dan pengamanan area objek vital tersebut.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada sebagian instalasi serta satu unit kendaraan tangki yang ludes terbakar.
Saat ini, pihak perusahaan masih melakukan pendataan terkait total kerugian material akibat insiden tersebut. Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Dugaan sementara adanya percikan api akibat gesekan pada fasilitas loading atau gangguan teknis pada instalasi yang memicu penyalaan uap minyak,” pungkas Tarno. (Arrie tharina/Red)
