Exposebanten.com | TANGERANG – Pemerintah Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, bergerak cepat mengantisipasi risiko penyebaran penyakit melalui pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubella.
Agenda krusial ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 4 dan 5 April 2026, menyasar anak-anak usia 9 hingga 59 bulan di seluruh Posyandu wilayah Sukamulya.
Lurah Sukamulya, Sony Rahmat Sonjaya, S.IP, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memperkuat imunitas kelompok (herd immunity) demi melindungi generasi muda dari ancaman penyakit yang dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia hingga risiko kematian.
“Fasilitas medis tersedia, tenaga kesehatan siap, dan kader terus bergerak. Namun, keberhasilan ini sangat bergantung pada kesadaran orang tua. Jangan menunggu kondisi darurat baru panik,” ujar Sony kepada Exposeanten.com, Jumat (3/4/2026).
Melawan Paradigma dan Disinformasi
Meski infrastruktur kesehatan telah mumpuni, Sony mengakui tantangan terbesar justru terletak pada pola pikir masyarakat. Masih adanya orang tua yang abai dan pengaruh informasi palsu (hoaks) terkait vaksin menjadi hambatan yang nyata di lapangan.
Menurutnya, campak bukan sekadar ruam kulit biasa, melainkan infeksi saluran pernapasan berat yang membuka celah bagi infeksi sekunder yang membahayakan nyawa balita.
“Pencegahan jauh lebih mudah dan murah daripada menangani anak yang sudah terpapar. Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari akibat kelalaian hari ini,” tambahnya.
Sinergi Lintas Sektor
Guna memastikan cakupan imunisasi maksimal, Pemerintah Kelurahan Sukamulya telah menyusun empat langkah strategis:
- Koordinasi Intensif: Melibatkan Puskesmas Cikupa, tokoh masyarakat, perangkat RT/RW, bidan, PKK, dan kader Posyandu.
- Edukasi Proaktif: Sosialisasi door-to-door untuk mengajak warga yang memiliki balita agar datang ke Posyandu terdekat.
- Monitoring Ketat: Pengawasan langsung selama pelaksanaan imunisasi untuk memastikan prosedur berjalan lancar.
- Sinergi Kolektif: Membangun kolaborasi antara dukungan pemerintah daerah dengan partisipasi aktif masyarakat.
Melalui program ORI ini, Kelurahan Sukamulya berharap tidak ada lagi balita yang terlewatkan dalam mendapatkan hak kesehatannya.
Kesadaran kolektif warga diharapkan menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran Campak Rubella di wilayah Kabupaten Tangerang. (Abo)
