ExposeBanten.com | Tangerang – Satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati Tangerang, Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., dan Wakil Bupati Hj. Nurul Intan Hikmah, menorehkan catatan positif di hati masyarakat.
Di tengah keterbatasan ruang fiskal anggaran, duet kepemimpinan ini dinilai berhasil menerjemahkan kebijakan menjadi aksi nyata yang menyentuh urat nadi kehidupan warga melalui program “Tangerang Gemilang”.
Keberpihakan Nyata pada Kesejahteraan
Apresiasi mengalir deras, salah satunya dari Aktivis Kabupaten Tangerang, Kurais, menyebut kepemimpinan Maesyal Rasyid sebagai potret pemimpin yang mewakafkan waktunya untuk rakyat.
Keberpihakan tersebut tercermin dari pencapaian signifikan dalam kesejahteraan pekerja, di mana kenaikan upah mencapai angka Rp300 ribu.
Selain itu, Bupati secara aktif membangun jembatan komunikasi dengan sektor industri guna menekan angka PHK dan memperluas lapangan kerja bagi warga lokal.
“Beliau adalah sosok yang seolah tidak mengenal kata libur. Kami sering menjumpai beliau masih berada di lapangan hingga pukul dua dini hari, meninjau masalah sampah, banjir, hingga memantau bedah rumah,” ungkap Kurais.
Transformasi Wajah Wilayah
Secara fisik, perubahan Kabupaten Tangerang mulai dirasakan melalui pembangunan infrastruktur yang humanis.
Fokus Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tangerang saat ini tidak sekadar pada beton dan aspal, melainkan pada kualitas hidup penghuninya:
- Hunian Bermartabat: Melalui program bedah rumah, lebih dari 1.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kini telah bertransformasi menjadi hunian yang sehat dan layak bagi keluarga prasejahtera.
- Sanitasi dan Kesehatan: Pembangunan lebih dari 5.000 Sambungan Rumah (SR) Sanitasi dilakukan secara masif untuk menghapus kesan kumuh dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
- Aksesibilitas dan Keamanan: Penataan jalan, jembatan, serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) baru difokuskan pada jalur-jalur rawan kecelakaan dan akses desa untuk menjamin keamanan warga saat beraktivitas.
Membangun Manusia Melalui Olahraga
Visi Maesyal-Intan tidak berhenti pada infrastruktur fisik. Investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) dilakukan sejak dini, salah satunya melalui Tangerang Junior League.
Kompetisi sepak bola usia muda ini dirancang bukan sekadar ajang olahraga, melainkan kawah candradimuka untuk mencetak generasi muda yang berdaya saing, disiplin, dan sehat.
Mendengar Suara dari Sudut Wilayah
Meski banyak menuai pujian, kepemimpinan ini tetap mengedepankan prinsip kerendahan hati.
Kurais mengingatkan bahwa membangun wilayah seluas Kabupaten Tangerang memerlukan proses berkelanjutan.
Ia menitipkan pesan agar perbaikan infrastruktur pada jalur-jalur krusial, seperti Jalan Otonom Cikupa–Pasar Kemis, terus diprioritaskan demi mencegah kecelakaan lalu lintas.
Senada dengan itu, aspirasi masyarakat di wilayah Pantura juga menjadi catatan penting.
Harapan agar Bupati lebih sering hadir di tengah warga pesisir untuk berdialog mengenai isu pembebasan lahan dan infrastruktur jalan menjadi cermin kerinduan rakyat akan kehadiran sosok pemimpin di tengah konflik sosial mereka.
Dengan semangat “Tak Ada Gading yang Tak Retak”, perjalanan satu tahun ini menjadi fondasi kuat bagi Maesyal Rasyid dan Nurul Intan untuk terus menyempurnakan pengabdian, demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (Abo)
