Pelatih Timnas Indonesia John Herdman
ExposeBanten.com | Jakarta – Tahun 2026 ini fiks bakal jadi tahun yang “nano-nano” buat Timnas Indonesia. Di satu sisi, kita punya nakhoda baru asal Inggris, John Herdman, yang diharapkan bisa bawa magic kayak pas dia megang Kanada, Jumat (27/2/2026)
Tapi di sisi lain, kabar kurang sedap datang dari “Profesor” kita, Thom Haye, yang harus absen lama gara-gara sanksi.
Ujian pertama Herdman nggak main-main, FIFA Series dan Piala AFF 2026. Masalahnya, Thom Haye dipastikan absen dalam empat laga ke depan akibat sanksi larangan bermain.
Kehilangan gelandang Persib Bandung ini bikin pusing tujuh keliling, karena peran Thom sebagai dirigen permainan itu ibarat bumbu rendang, susah dicari gantinya.
“Absennya Thom Haye ini pengaruhnya gede banget. Kalau yang absen Joey Pelupessy, kita masih punya stok yang karakternya mirip. Tapi kalau pengatur ritme kayak Thom. Nah, itu yang susah,” cetus pengamat senior, Bung Ropan.
Melihat situasi ini, legenda Timnas Indriyanto Nugroho menyodorkan satu nama yang sudah nggak asing, Ricky Kambuaya. Meski di Dewa United sering didorong lebih ke depan oleh Patrick Kluivert, Ricky dinilai punya intelegensi tinggi buat ngatur alur bola.
• Kelebihan Ricky: Kontrol bola oke, passing effect-nya dapet, dan pinter baca ruang.
• Catatan: Semua balik lagi ke selera Herdman, apakah berani naruh Ricky di posisi vital tersebut.
Strategi “Otak-Atik” ala Bung Ropan
Kalau memang mau pakai Ricky Kambuaya, Bung Ropan punya resep formasi yang asyik buat dipantau: 3-4-1-2.
Dalam skema ini, Ricky nggak kerja sendirian di tengah, tapi ditaruh tepat di belakang duet maut Ole Romeny dan Milliano. Untuk urusan “tukang angkut air” alias penyeimbang, ada duet Joey Pelupessy dan Ivar Jenner yang siap cover area tengah, ditambah Calvin Verdonk dan Kevin Diks yang bakal naik-turun di sisi sayap.
Masa Transisi dan Harapan Baru
Era John Herdman adalah era harapan buat memulihkan kecintaan publik yang sempat pasang surut.
Dengan absennya pilar penting seperti Thom Haye, Herdman dituntut langsung “nyetel” dengan stok pemain yang ada.
Apakah pelatih kelas dunia ini bisa meracik strategi mumpuni tanpa sang dirigen utama? Kita lihat saja aksinya di lapangan hijau nanti. Yang jelas, dukungan penuh buat Garuda nggak boleh kendor. (Abo)
