ExposeBanten.com | Tangerang – Niat hati berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan kaum dhuafa, Organisasi Masyarakat (Ormas) Frent Banten Bersatu (FBB) Kota Tangerang malah kena “prank” oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.
Harapan mendapatkan dukungan konsumsi untuk acara santunan berujung kecewa berat setelah bantuan yang dijanjikan tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
Ketua DPD FBB Kota Tangerang, Yoefa Aristian, mengungkapkan rasa mirisnya terhadap kinerja Bagian Umum di bawah Asda 3 Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.
Pasalnya, dari 500 box nasi dan snack yang diajukan dalam proposal, pihak Pemkot hanya menyanggupi 50 snack box pada H-1. Mirisnya lagi, saat hari H, bantuan yang “seuprit” itu pun tidak pernah datang.
“Jujur, tim panitia sempat kebingungan setengah mati. Kita sudah mapping semua, eh malah zonk. Yang datang cuma kata maaf, itu pun setelah acara kelar. Untung ada tempat makan siap saji yang gercep membantu, jadi 750 porsi konsumsi akhirnya aman terkendali,” ujar Yoefa dengan nada kecewa kepada ExposeBanten.com, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Ganti Nama Jadi “Frent Banten Bersatu”, FBB Buktikan Diri Ormas Paling Patuh Aturan
Yoefa menegaskan, permintaan bantuan tersebut sangatlah wajar karena yang dibantu adalah warga Kota Tangerang sendiri, yakni para yatim dan dhuafa.
Ia mengingatkan bahwa anggaran daerah (APBD) berasal dari pajak rakyat, bukan kantong pribadi pejabat, sehingga seharusnya dikembalikan untuk kepentingan rakyat.
Tak hanya soal urusan perut, FBB juga merasa “dianak tirikan” terkait perizinan fasilitas. Upaya meminjam tempat ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pun disebut penuh drama, mulai dari tidak diberi izin, hingga baru dikabari H-1 sebelum acara.
“Ini seperti jebakan batman. Mau pinjam tempat kok dipersulit? Sekalinya dikasih kabar, sudah mepet banget,” tambahnya.
Atas kejadian ini, Ketua Umum FBB, H. Moch Soleh, MA, bersama jajaran DPD FBB Kota Tangerang menyatakan sikap tegas. Ke depannya, mereka berjanji akan menjadi “mata dan telinga” rakyat yang super ketat dalam mengawal setiap kebijakan dan penggunaan anggaran Pemkot Tangerang, sekecil apa pun itu.
“Kami siap kawal! Jangan sampai anggaran yang harusnya buat rakyat malah entah lari ke mana,” tutup Yoefa. (Abo)
