ExposeBanten.com | Tangerang — Polemik mengenai akses mobil siaga di Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, yang sempat viral di media sosial. Pihak keluarga pasien secara tegas membantah telah meminta maaf kepada pemerintah desa.
Perwakilan keluarga sekaligus pengunggah video, SL, menyatakan bahwa narasi mengenai permintaan maaf keluarga yang beredar adalah tidak benar.
Ia mengungkapkan luka mendalam yang dirasakan keluarga saat harus berjuang mencari bantuan di tengah kondisi darurat tanpa dukungan fasilitas desa yang memadai.
Menurutnya, pihak desalah yang seharusnya meminta maaf dan bertanggung jawab atas hambatan birokrasi di saat nyawa warga terancam.
Merespons ketegangan yang meningkat, Kepala Desa Bakung, Dwi Ari Setyantoro, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga Pak Salim.
Ia mengakui adanya kekurangan dalam koordinasi pelayanan dan berjanji akan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi total.
“Saya pribadi selaku Kades yang mewakili Pemerintahan Desa Bakung meminta maaf kepada keluarga besar Bapak Salim,” ucap Dwi Ari, dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Ia juga menegaskan bahwa mobil siaga desa seharusnya selalu siap tanpa dipersulit, dan berkomitmen untuk memperbaiki pola komunikasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Meski sempat memanas, situasi di Desa Bakung kini mulai kondusif setelah adanya klarifikasi dan permohonan maaf dari pihak pemerintah desa.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi aparatur desa mengenai krusialnya transparansi dan kecepatan pelayanan dalam kondisi darurat kemanusiaan. (***)
