ExposeBanten.com – Ketua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya Tangerang Banten, Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd., terpilih menjadi salah satu pembicara kunci dalam ajang bergengsi Global Buddhist Summit (GBS) ke-2 yang berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada 24-25 Januari 2026.
Di hadapan ratusan tokoh Sangha, cendekiawan, dan pemimpin organisasi dunia, Dr. Edi Rama memaparkan gagasan revolusioner mengenai pendidikan inklusif melalui makalah berjudul “Nurturing Co-existence and Co-living in the Light of Universal Values of Buddhism”.
Ia menyoroti bagaimana STABN Sriwijaya sukses mengimplementasikan nilai-nilai Dharma sebagai instrumen untuk merajut harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
“Pendidikan tidak boleh berhenti hanya pada aspek kognitif atau ‘belajar untuk tahu’. Kita harus melangkah lebih jauh menuju ‘belajar untuk hidup bersama’ (learning to live together),” tegas Dr. Edi Rama saat mengisi sesi tematik bertajuk “Learning in the Light of Dharma”.
Menurut Dr. Edi, paradigma “learning from religion” (belajar dari agama) adalah kunci bagi masyarakat majemuk seperti Indonesia. Dengan menggali nilai universal dan tradisi perenial dari setiap agama, institusi pendidikan dapat membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga toleran dan adaptif terhadap perbedaan.
Dalam forum yang diinisiasi oleh International Buddhist Confederation (IBC) ini, Dr. Edi membagikan strategi khusus pengelolaan perguruan tinggi, baik secara akademik maupun non-akademik, yang mengedepankan prinsip kemanusiaan.
Pengalaman praktis dari STABN Sriwijaya Tangerang Banten ini diharapkan menjadi inspirasi global dalam mengelola institusi pendidikan berbasis agama di tengah dunia yang semakin kompleks.
Pertemuan internasional ini diproyeksikan akan melahirkan rekomendasi penting bagi para pemimpin dunia. Pesan utamanya jelas: menanamkan prinsip kebersamaan dan pendidikan karakter adalah solusi fundamental untuk menyelesaikan berbagai krisis kemanusiaan di masa depan. (AboSopian)
