ExposeBanten.com | Tangerang – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cilegon melakukan kunjungan studi banding dan silaturahmi ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cipondoh, Kota Tangerang.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis PDM Cilegon dalam memperkuat tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Ketua PDM Kota Cilegon, Muhtar Maher, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mencari penguatan manajemen AUM, terutama sekolah-sekolah Muhammadiyah setingkat SMP dan SMA yang saat ini menghadapi tantangan besar, termasuk dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana sinergi tata kelola antara majelis, khususnya Dikdasmen, dengan lembaga-lembaga Muhammadiyah. Harapannya, semua program bisa berjalan seiring dan beriringan,” ujar Muhtar.
Menurutnya, PCM Cipondoh dinilai cukup maju dalam mengelola AUM, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan.
Keberadaan sekolah-sekolah Muhammadiyah yang berkembang, bahkan hingga memiliki rumah sakit, menjadi inspirasi tersendiri bagi PDM Kota Cilegon.
Muhtar mengakui bahwa sistem PPDB saat ini menjadi tantangan bersama, tidak hanya bagi Muhammadiyah tetapi juga sekolah-sekolah swasta lainnya. Dari kunjungan tersebut, PDM Cilegon berencana melakukan persiapan lebih matang sejak awal tahun.
“Kami akan membentuk tim khusus PPDB sejak Januari, yang fokus pada promosi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta langsung ke masyarakat, baik melalui media cetak maupun online,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi harus menekankan kualitas pendidikan Muhammadiyah, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga nonakademik dan pembentukan karakter.
Selain pendidikan, PDM Cilegon juga menaruh perhatian besar pada pengembangan AUM di bidang kesehatan. Muhtar mengungkapkan bahwa Cilegon sebelumnya pernah memiliki klinik Muhammadiyah, namun belum berjalan optimal akibat keterbatasan SDM dan sarana.
“Insya Allah, ke depan AUM kesehatan akan kami programkan kembali. Mudah-mudahan bisa direalisasikan sekitar tahun 2027,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCM Cipondoh, Rojali, menyambut baik kunjungan PDM Kota Cilegon. Menurutnya, silaturahmi antarstruktur Muhammadiyah membawa banyak manfaat, terutama dalam hal pencerahan dan saling berbagi pengalaman.
“Baik pencerahan tentang persyarikatan secara umum, maupun dalam pengelolaan majelis dan amal usaha. Mudah-mudahan apa yang berjalan di Cipondoh bisa diadopsi, dan sebaliknya kami juga belajar dari Cilegon,” ujarnya.
Rojali menyebutkan bahwa salah satu keunggulan PCM Cipondoh terletak pada penguatan pendidikan keagamaan dan dakwah melalui pengajian-pengajian di tingkat ranting agar lebih solid dan berkelanjutan.
Terkait strategi PPDB, Rojali menegaskan bahwa PCM Cipondoh tidak menggunakan konsultan marketing khusus. Mereka lebih mengandalkan pengalaman, pendekatan langsung ke masyarakat, serta promosi yang konsisten.
“Kami tidak boleh merasa masyarakat sudah mengenal kita. Kita tetap harus memperkenalkan diri. Saya sendiri pernah menyebar 2.000 brosur dan dari situ mendapatkan 14 siswa,” ungkapnya.
Menurutnya, jika dilakukan secara konsisten dan terukur, target penerimaan ratusan siswa sangat memungkinkan untuk dicapai.
Baik PDM Kota Cilegon maupun PCM Cipondoh berharap, kunjungan ini tidak berhenti pada seremonial semata, tetapi berlanjut pada penguatan tata kelola dan akselerasi program-program Muhammadiyah.
“Mudah-mudahan kepengurusan yang baru ini memiliki legacy, ada hasil nyata dari keputusan dan program yang telah dirumuskan,” pungkas Muhtar.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa sinergi dan kolaborasi antarpimpinan Muhammadiyah terus dibangun demi kemajuan persyarikatan dan pelayanan terbaik bagi umat. (EB)
