ExposeBanten.com | Kab.Tangerang – Inspektorat Kabupaten Tangerang di bawah kepemimpinan Tini Wartini, mendapat kecemasan dari warga, khususnya wilayah Kecamatan Gunung Kaler.

Dipicu dari pengajuan proposal pembangunan Masjid Jami Al-Ijtihad di Desa Sidoko Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang.
Bermula, Perwakilan Inspektorat, Lulu, pada Jumat (21/11/2025), hanya memberikan jawaban singkat kepada salah satu panitia pembangunan.
“Tak ada anggaran, Pak,” Ucapnya.
Jawaban dingin itu langsung memicu kekecewaan, karena dianggap tidak mencerminkan pelayanan publik yang menghargai kebutuhan masyarakat.
Dari sini, kritik dari warga dan tokoh masyarakat Desa Sidoko mengarah kepada Kepala Inspektorat Kabupaten Tangerang, Tini Wartini.
Dikonfirmasi, melalui telpon via Whatsapp, Kepala Inspektorat Kabupaten Tangerang, memilih bungkam dan tidak memberikan penjelasan apapun.
Menurut salah satu Aktivis asal Kecamatan Gunung Kaler, Alex, mengatakan, Sikap ini dinilai sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap isu penting menyangkut pembangunan tempat ibadah.
Dirinya mempertanyakan mengapa seorang pejabat yang seharusnya berada di garis depan pelayanan justru menghindar dari tanggung jawab memberi penjelasan kepada masyarakat.
“Ini untuk pembangunan Masjid, kami hanya meminta bantuan, minimal ada solusi untuk membantu,” Ucap Alex kepada ExposeBanten.com.
Lanjutnya,” Pejabat sekarang kayanya sudah mati hati nuraninya untuk sarana ibadah,” tandasnya.
Tokoh masyarakat (Tomas) setempat mengatakan, alasan tidak adanya anggaran tidak bisa menjadi justifikasi untuk menolak program keagamaan yang manfaatnya jelas.
Menurutnya, jika memang tidak ada alokasi anggaran, seorang pimpinan setidaknya dapat menunjukkan empati, memberikan solusi, atau secara pribadi memperlihatkan dukungan moral.
“Masjid itu fasilitas umat. Ketika seorang pejabat memilih diam dan tidak menunjukkan kepedulian, di situlah masyarakat mempertanyakan hati nurani dan rasa tanggung jawabnya,” ujar tomas.
Sementara, Kasubag Inspektorat, Hari, memberikan respons berbeda. Ia menegaskan akan mengevaluasi pola komunikasi serta pelayanan yang dilakukan jajarannya.
“Kami akan mengevaluasi kembali terkait komunikasi serta pelayanan. Harusnya ada penyampaian yang lebih baik,” katanya.
Kendati demikian, warga menilai evaluasi internal tidak cukup. Mereka menganggap ketidakpekaan pimpinan menjadi akar masalah yang harus dibenahi agar Inspektorat tidak terus-menerus menunjukkan wajah pelayanan yang kaku dan jauh dari nilai kemanusiaan.
Warga Desa Sidoko Kecamatan Gunung Kaler berharap Inspektorat Kabupaten Tangerang dapat membuka mata dan hati atas kebutuhan warga.
Harapan warga, pejabat serta jajaran tidak lagi mengabaikan pembangunan tempat ibadah yang merupakan kepentingan bersama dan bernilai. (AboSopian)
