ExposeBanten.com | Tangerang Selatan – Adanya pemberitaan dugaan Pembangunan Revitalisasi Gedung SMKN 2 Tanggerang Selatan dikerjakan pihak ketiga yang seharusnya pihak sekolah dan lingkungan membentuk tim Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Menurut Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Tangerang Selatan, Dr. Akhmad Basuni, S.PdI., MA.Pd. I, bahwa pembangunan Revitalisasi gedung kami buat P2SP sesuai arahan Direktorat.
Ia mengaku, P2SP dibentuk sesuai mekanisme dan arahan Direktorat, adapun dengan nama Moch Ali, yang katanya pihak ketiga, itu tim dari pembangunan Revitalisasi gedung, dia orang Serang, tenaga ahli dibidang pembangunan yang memiliki tim.
“Bukan pihak ketiga, itu pelaksana tim kami. Ya memang untuk pelaksanaan harus tenaga ahli memiliki sertifikat, kompeten di bidangnya, direkrut eksternal sekolah,” ujarnya melalui telepon seluler via WhatsApp kepada ExposeBanten.com, Kamis (13/11/2025).
Ia juga mengatakan, untuk pembelanjaan matrial dan lain-lain, pihak dari sekolah (P2SP) belanja sendiri.
Kepsek Basuni juga menegaskan, silahkan saja berasumsi, yang jelas Moch Ali tersebut bukan pihak ketiga, melainkan tim kami, sebagai pelaksana tenaga ahli di bidang pembangunan.
Lebih lanjut dirinya menambahkan, penanggung jawab pembangunan, pihak Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
“Kami melaksanakan pembangunan sesuai rencana awal yang sudah dibuat, RAB sendiri di upload ke sistem, namanya Takola, itu acuan dasar,” ucap Kepsek.
Pada saat bimtek, Kata Kepsek, Orang Direktorat pun hadir dan untuk tenaga ahli selalu mendampingi dirinya.
“Terkait pihak ketiga, kami tidak ada MOU apa-apa, hanya sebatas pelaksana saja, tenaga ahli yang memiliki tim dalam pembangunan,” Pungkasnya.
Sementara, Salah satu Guru SMKN 2 Kota Tangerang Selatan, Santoso, yang mengaku Sekertaris P2SP menegaskan tidak ada seperti itu disini.
“Saya juga sudah sampaikan ke pak Kepsek tidak ada pihak ketiga disini,” tutur Santoso kepada ExposeBanten.com, di SMKN 2 Kota Tangerang Selatan, Rabu (12/11/2025).
Saat ditanya pihak ketiga telah memberikan 15 persen dari nilai Rp2,5 Miliar, dirinya tidak membenarkan itu dan sama sekali tidak mengetahuinya.
“Saya udah tegur pak Kepsek, katanya tidak ada sama sekali, untuk pak Moch Ali juga saya kenal, dia punya tenaga ahli bukan pihak ketiga,” tegasnya.
Pada saat Tim ExposeBanten.com tiba di lokasi SMKN 2 Kota Tangerang, Kepala Sekolah (Kepsek), Ahmad Basuni, belum terkonfirmasi. Karena sedang dalam kegiatan lain.
“Pas teman-teman media datang, pak Kepsek baru saja keluar dari sekolah,” Pungkas Santoso.
(AboSopian)
