Exposebanten.com | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi memulai tahapan program Beasiswa Tangerang Gemilang 2026. Langkah ini diawali dengan menggelar sosialisasi bagi masyarakat yang dilangsungkan di Aula Masjid Al-Amjad, Tigaraksa, Senin (9/3/2026).
Program unggulan ini dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan, dengan memberikan akses kuliah gratis bagi pelajar berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah Kabupaten Tangerang.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Prima Saras Puspa, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Hari ini adalah kegiatan sosialisasi beasiswa Tangerang. Ini adalah program unggulan Bapak Bupati dalam rangka mengetaskan kemiskinan dari sisi pendidikan. Kita akan segera bantu masyarakat kurang mampu yang berprestasi untuk dibiayai sekolahnya,” ujar Prima dilansir laman Pemkab Tangerang.
Untuk memudahkan calon pendaftar, seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan melalui sistem daring.
Masyarakat dapat mengakses informasi lengkap mengenai persyaratan, standar operasional prosedur (SOP), hingga tahapan pendaftaran melalui laman resmi Tangerang Gemilang.
“Tahap pendaftaran nanti melalui link di situs Tangerang Gemilang. Silakan dibuka untuk melihat apa saja persyaratannya,” jelasnya lebih lanjut.
Gandeng 32 Perguruan Tinggi
Tahun ini, Pemkab Tangerang memperluas jangkauan akademisnya dengan menggandeng sekitar 32 perguruan tinggi mitra.
Terkait kuota penerima, pemerintah akan bersifat fleksibel dengan menyesuaikan jumlah pendaftar serta potensi calon mahasiswa yang memenuhi kriteria ketat yang telah ditetapkan.
“Untuk kuotanya kita melihat potensi yang melamar. Jika yang melamar sedikit, tentu akan kita tinjau kembali,” tambah Prima.
Melalui program ini, Pemkab Tangerang berharap generasi muda lokal tidak hanya mampu menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki daya saing global yang dapat berkontribusi balik bagi pembangunan daerah di masa depan. (*)
