Exposebanten.com | Tangerang — Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Anggota MPR RI Fraksi PKB, Moh. Rano Alfath, S.H., M.H., kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung Serba Guna Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Kegiatan yang dihadiri warga Desa Talaga dan tokoh masyarakat ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama dalam suasana Ramadhan, Selasa (17/3/2026).
Mengusung tema “Peran Masyarakat dalam Menjaga Persatuan di Tengah Gejolak Dunia,” Rano menyoroti kondisi global yang tengah diliputi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel yang berpotensi memicu krisis ekonomi dunia.
Dalam paparannya, Rano menegaskan bahwa masyarakat harus memahami bahwa dampak konflik global tidak hanya dirasakan di tingkat negara, tetapi juga hingga ke kehidupan sehari-hari. “Kenaikan harga kebutuhan pokok, fluktuasi ekonomi, hingga ketidakpastian lapangan kerja adalah dampak nyata dari situasi global,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam menjaga stabilitas sosial. “Di tengah tekanan ekonomi, kita harus memperkuat gotong royong dan solidaritas. Itu adalah wujud nyata dari Pancasila,” katanya.
Rano juga mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan NKRI dari potensi perpecahan akibat disinformasi. “Di era digital, isu global sering dipelintir dan dimanfaatkan untuk memecah belah. Masyarakat harus cerdas dan tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.
Mengacu pada Bhinneka Tunggal Ika, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga toleransi dan persatuan. “Perbedaan adalah kekuatan kita. Jangan sampai konflik di luar justru membuat kita terpecah di dalam,” tambahnya.
Salah satu tokoh masyarakat yang hadir menanyakan langkah konkret yang bisa dilakukan warga dalam menghadapi tekanan ekonomi. Rano menjawab, “Mulai dari hal sederhana—perkuat ekonomi keluarga, dukung produk lokal, dan bangun solidaritas antarwarga. Negara kuat dimulai dari masyarakat yang kuat.”
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang mempererat kebersamaan antara masyarakat dan para peserta.
Menutup kegiatan, Rano kembali menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. “Empat pilar ini adalah fondasi kita menghadapi dunia yang terus berubah. Dengan persatuan dan kesadaran kebangsaan, kita bisa melewati berbagai krisis global,” pungkasnya. ***
