ExposeBanten.com | Tangerang – Kalau biasanya pasar identik dengan bau yang bikin hidung auto-tutup, beda ceritanya di Pasar Ceplak hari ini.
Enggak pakai lama, Camat Sukamulya, Khalid Mawardi, langsung tancap gas mengerahkan “pasukan oranye” alias petugas Pesapon buat meratakan tumpukan sampah yang membandel, Rabu (11/2/2026).
Langkah “gercep” (gerak cepat) sang Camat ini bukan cuma gaya-gayaan buat konten, tapi bukti nyata eksekusi arahan Presiden Prabowo Subianto soal penanganan sampah berkelanjutan.
Satu unit truk armada sampah diterjunkan buat mengangkut sisa-sisa “kenangan buruk” di pinggir jalan pasar tersebut.
“Saya kerahkan 1 unit truk armada pengangkut sampah dan beberapa Pesapon yang kita kelola untuk menggempur sampah yang menumpuk di Pasar Ceplak,” kata Pak Camat yang punya gelar mentereng S.Sos., S.IP., MM ini kepada ExposeBanten.com.
Khalid menegaskan kalau aksi ini adalah bagian dari Gerakan Banten Asri. Prinsipnya simpel: “Kebersihan itu sebagian dari iman”. Ia ingin Sukamulya nggak cuma sekadar nama, tapi beneran asri dipandang mata.
Menurutnya, aturan formal itu penting, tapi kesadaran dari dalam diri sendiri jauh lebih ampuh.
Dirinya berharap para Pesapon ini bukan cuma jadi tukang sapu, tapi juga jadi “intel kebersihan” alias agen perubahan yang bikin warga malu kalau mau buang sampah sembarangan.
Visi besar dari gerakan ini adalah mewujudkan “Indonesia Asri”. Pak Camat pengen banget masyarakat punya tanggung jawab kolektif.
“Kita ingin narik perhatian warga supaya terbiasa buang sampah pada tempatnya. Ini tugas kita bareng-bareng, bukan cuma tugas pemerintah doang,” tambahnya dengan nada tegas tapi tetap cool.
Warga Sumringah, Petugas Siap Perang
Aksi bersih-bersih ini ternyata bikin warga yang lewat sampai berhenti buat kasih jempol. Salah satu warga Desa Kaliasin yang enggak mau disebut namanya (mungkin karena pemalu) bilang kalau perubahan ini sudah lama ditunggu-tunggu.
“Alhamdulillah, sejak Pak Khalid menjabat, wilayah jadi bersih dan asri,” tuturnya sambil berlalu.
Di sisi lain, salah satu petugas Pesapon yang berkeringat di lapangan, sudah menganggap sampah sebagai “musuh bebuyutan”.
Ia berharap masyarakat bisa jadi aktor utama dalam menjaga keasrian lingkungan, biar masa depan Sukamulya makin nyaman buat ditinggali. (Abo)
