ExposeBanten.com | Lebak – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) resmi memulai langkah nyata dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.
Fokus utama kali ini tertuju pada pemulihan ruas jalan Rangkasbitung–Gajrug, sebuah jalur krusial yang kini tengah memasuki tahap peningkatan kualitas infrastruktur demi kenyamanan masyarakat.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Lebak, Hamdan Sholeh, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara presisi pada titik-titik kerusakan sepanjang 3,3 kilometer.
Berbeda dengan perbaikan biasa, pemerintah memilih konstruksi beton sebagai solusi permanen guna memastikan jalan memiliki daya tahan prima dalam menopang beban mobilitas harian warga.
Proyek yang dikerjakan oleh CV Falby Putra Mandiri ini menyerap anggaran sebesar Rp10,6 miliar dari APBD Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2026.
Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk dedikasi pemerintah daerah untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan menjamin kelancaran distribusi logistik bagi masyarakat luas.
Seiring dengan berjalannya alat berat di lapangan, aspek kemanusiaan dan keselamatan menjadi prioritas utama.
Pihak DPUPR mengimbau para pengguna jalan untuk menumbuhkan rasa saling menjaga dengan meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rambu-rambu yang ada selama proses konstruksi berlangsung.
Peningkatan ruas Rangkasbitung–Gajrug diharapkan menjadi katalisator bagi kemudahan akses transportasi yang lebih aman dan efisien.
Dengan infrastruktur yang lebih tangguh, Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis kualitas hidup dan denyut ekonomi warga di sekitar wilayah tersebut akan terus bergerak ke arah yang lebih baik. (Abo)
