ExposeBanten.com | Tangerang – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh. Rano Alfath, S.H., M.H., kembali turun gunung menemui warga. Bukan di hotel berbintang, Anggota MPR RI Fraksi PKB ini memilih Balai Warga Jl. Mutiara, Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, untuk Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Selasa (10/2/2026).
Di depan tokoh masyarakat dan ketua RT/RW, Rano menegaskan bahwa Pancasila dan kawan-kawan (UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) itu harus praktik, bukan sekadar teori membosankan.
“Kalau di tingkat RT saja kita tidak rukun, bagaimana bicara persatuan bangsa? Empat pilar itu dimulai dari lingkungan terkecil, jangan cuma jadi hapalan formalitas,” celetuk Rano santai namun menohok.
Dalam acara bertema “Empat Pilar sebagai Fondasi Kerukunan dan Ketahanan Sosial di Tengah Tantangan Ekonomi Masyarakat” ini, Rano menyoroti realitas pahit warga Banten: harga pokok naik, pengangguran, hingga potensi ribut gara-gara hoaks.
“Sekarang konflik itu sering muncul bukan karena masalah besar, tapi karena hoaks dan salah paham. Di sinilah pentingnya nilai kebhinekaan dan musyawarah,” tegas politisi muda PKB ini.
Ia mengingatkan warga agar tidak gampang curiga satu sama lain, melainkan memperkuat gotong royong.
Suasana cair saat sesi tanya jawab. Ketua RW setempat curhat soal maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal yang mencekik warga kurang mampu. Rano merespons dengan menekankan literasi.
“RT dan RW bisa jadi garda terdepan memberi pemahaman. Jangan sampai warga terjebak utang karena kurang informasi. Negara akan terus memperkuat pengawasan, tapi literasi di tingkat warga juga penting,” jelas Rano.
Menjawab keresahan lain terkait pengangguran pemuda, Rano menjanjikan bahwa pemerintah bakal fokus memperluas pelatihan kerja dan akses UMKM.
“Ketahanan sosial itu bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal perut. Kalau ekonomi warga kuat, lingkungan juga akan stabil,” ujar Rano dengan gaya humanis.
Menutup pertemuan, Rano mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga komunikasi dan soliditas.
“Empat pilar bukan sekadar konsep kenegaraan. Ini nilai hidup yang harus kita rawat bersama, mulai dari balai warga seperti ini. Kalau lingkungan kuat, Banten kuat, Indonesia juga kuat,” pungkasnya. (Abo)
