ExposeBanten.com | Tangerang – Pihak pemerintah daerah boleh saja beralasan kalau hujan jadi biang kerok rusaknya jalanan di Kabupaten Tangerang. Tapi bagi H. Asnawi Arsyad, tokoh masyarakat Pantura, alasan itu terasa “garing”.
Menurutnya, musuh utama aspal Tangerang bukan cuma air langit, tapi konvoi truk raksasa pengangkut material proyek PIK 2 yang bebannya nggak main-main.
Asnawi menilai, klaim Bupati Tangerang soal faktor cuaca itu nggak sepenuhnya salah, tapi kurang tepat sasaran. Masalah aslinya adalah lemahnya pengawasan terhadap truk-truk “gajah” yang setiap malam melintas bebas.
Kecamatan Pasarkemis, Rajeg, Mauk, sampai Kosambi sekarang jadi saksi bisu gimana jalanan remuk dihajar tonase besar. Padahal, sudah ada Perbup Nomor 12 Tahun 2022 yang mengatur jam operasional.
Masalahnya, aspal kita punya batas sabar; kalau yang lewat tiap hari truk segede rumah, mau diperbaiki pakai anggaran miliaran pun bakal hancur lagi dalam sekejap.
“Kalau cuma nyalahin hujan, itu kurang adil. Faktor cuaca memang ada, tapi lintasan ratusan truk besar setiap malam itu jauh lebih merusak. Begitu jalan hancur, warga yang apes,” ujar Asnawi dengan nada tegas, Selasa (24/2/2026).
Bukan mau menghambat pembangunan, Asnawi justru kasih saran yang masuk akal. Dia minta Pemkab Tangerang nggak cuma galak soal jam operasional, tapi juga tegas soal jenis kendaraan.
Usulannya: Material proyek sebaiknya diangkut pakai truk yang lebih kecil. Beban jalan berkurang, risiko kecelakaan mengecil, dan umur aspal bisa lebih panjang.
Beliau mengingatkan kalau perbaikan jalan itu pakai uang rakyat dan prosesnya lama. Jangan sampai fasilitas yang dibangun untuk publik malah “dikorbankan” demi kelancaran pengusaha transportasi yang ogah rugi.
Satu hal lagi yang bikin “nyes” di hati: Asnawi menegaskan kalau proyek PIK 2 saat ini bukan lagi berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN). Jadi, nggak ada alasan buat Pemkab Tangerang kasih “karpet merah” atau perlakuan istimewa yang malah ngerugiin warga sendiri.
“Pemerintah nggak perlu ngerem pembangunan, tapi wajib banget ngerem dampaknya. Kalau aturan sudah dibuat, ya semua harus patuh, jangan ada yang dapet diskon aturan,” tambahnya.
Masyarakat berharap Pemkab Tangerang segera melakukan evaluasi total. Jangan tunggu jatuh korban lebih banyak di jalan berlubang hanya karena pemerintah sungkan menegur pengembang atau pengusaha transportasi. (Abo)
