ExposeBanten.com | Tangerang – Penantian panjang warga Pakuhaji dan Sepatan untuk menikmati akses jalan yang mulus segera membuahkan hasil. Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan perbaikan permanen Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan akan mulai dikerjakan pada awal Maret 2026 mendatang.
Guna menjamin keselamatan warga yang melintas sebelum perbaikan permanen dimulai, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, telah menginstruksikan langkah darurat berupa penambalan lubang-lubang besar menggunakan material macadam.
Dalam rapat koordinasi di Pendopo Bupati, Rabu (4/1/26), Bupati Maesyal menekankan bahwa keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama.
Sambil menunggu proses lelang proyek selesai, ia meminta Dinas Bina Marga dan pihak pengembang segera turun tangan memperbaiki titik-titik yang rusak parah.
“Sambil menunggu proses lelang, jalan-jalan yang rusak harus segera ditangani agar tetap fungsional. Saya minta pengembang ikut membantu penambalan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Bupati Maesyal.
Langkah cepat ini diambil untuk merespons keluhan warga sekaligus memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar, terutama menjelang peningkatan aktivitas di bulan Ramadan mendatang.
Kepala Dinas Bina Marga dan SDA, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa dari total 8 kilometer panjang jalan tersebut, sekitar 2,8 kilometer masuk dalam kategori rusak berat. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7,4 miliar dari APBD 2026 untuk perbaikan menyeluruh.
Selain perbaikan fisik, Pemkab Tangerang juga mendengarkan aspirasi warga terkait keresahan terhadap truk tanah.
Bupati secara tegas meminta para pengusaha dan pengemudi truk untuk:
- Mematuhi jam operasional sesuai Perbup yang berlaku.
- Menjaga tonase (muatan) agar tidak melebihi kapasitas jalan.
- Menghindari jalur tersebut selama proses perbaikan berlangsung guna mempercepat pengerjaan.
Pemerintah mengimbau warga untuk sedikit bersabar menanti proses administrasi lelang yang sedang berjalan.
Melalui koordinasi dengan para Camat, sosialisasi akan terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai tahapan pembangunan.
Dengan alokasi dana tambahan dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dana CSR pengembang, diharapkan akses utama yang menghubungkan Pakuhaji dan Sepatan ini tidak lagi membahayakan dan kembali mendukung roda ekonomi warga setempat. (ADV)
