ExposeBanten.com | Tangerang – Upaya pencarian intensif selama dua hari terhadap seorang nelayan berinisial M yang hilang di perairan Tangerang berakhir duka, Kamis (29/1/2026).
Jasad korban ditemukan mengapung oleh Tim SAR Gabungan pada Kamis siang (29/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, sekitar 800 meter dari titik awal ia terjatuh.
Kapolsek Mauk Polresta Tangerang, AKP I Nyoman Nariana, mengonfirmasi bahwa penemuan jasad korban merupakan hasil kerja keras tim gabungan setelah menyisir area Sungai Cimanceuri hingga pesisir Desa Lontar.
“Iya benar, sudah ditemukan tadi siang oleh Tim SAR Gabungan. Jasad korban langsung dievakuasi dan telah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar AKP I Nyoman Nariana.
Tragedi ini bermula pada Selasa malam (27/1/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, korban M sedang melaut bersama rekannya menggunakan perahu di kawasan muara Selatip, Sungai Cimanceuri.
Nahas, cuaca ekstrem dan hantaman ombak besar membuat perahu mereka oleng seketika. Guncangan keras tersebut menyebabkan M kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke dalam arus sungai yang deras dan dinyatakan hilang sejak saat itu.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai instansi. Selain personel Polsek Mauk dan Kantor SAR Jakarta, pencarian juga didukung oleh BPBD Kabupaten Tangerang, Damkar Pos Mauk, Polairud, TNI AL, hingga pihak PLTU Lontar dan masyarakat nelayan setempat.
Tim melakukan penyisiran luas menggunakan perahu nelayan, mulai dari muara sungai, area sekitar PLTU, hingga mengarah ke kawasan wisata Pulo Cangkir, Kronjo.
Kini, jenazah almarhum telah disemayamkan oleh keluarga di Desa Lontar. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para nelayan untuk selalu waspada terhadap cuaca buruk dan gelombang tinggi yang kerap terjadi di perairan utara Tangerang. (AboSopian)
