Aksi demo Forum Mahasiswa Intelektual (FORMI) di kantor Bupati Tangerang (Dok/ExposeBanten.com)
ExposeBanten.com | Tangerang — Forum Mahasiswa Intelektual (FORMI) menyampaikan kritik terhadap kinerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Tangerang yang dinilai belum optimal dalam membangun sistem pembinaan dan regenerasi qari–qariah berbasis potensi lokal.
Kritik tersebut disampaikan FORMI melalui aksi penyampaian aspirasi yang digelar di halaman Kantor Bupati Tangerang, Senin (12/1/2026).
Dalam pernyataan resminya, FORMI menyebut tata kelola Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kabupaten Tangerang masih memerlukan perbaikan, khususnya dalam aspek transparansi dan pembinaan berkelanjutan.
FORMI menilai pelaksanaan MTQ ke-56 Kabupaten Tangerang cenderung lebih menonjolkan kegiatan seremonial dibandingkan penguatan sistem pembinaan jangka panjang bagi qari dan qariah. Padahal, MTQ dipandang sebagai sarana strategis untuk membentuk generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing.
“MTQ seharusnya menjadi instrumen pembinaan yang berkelanjutan, bukan sekadar ajang lomba tahunan. Kami mendorong adanya penguatan sistem pembinaan dan tata kelola yang lebih terbuka,” ujar perwakilan FORMI secara tertulis.
Selain itu, FORMI juga meminta LPTQ dan Pemerintah Kabupaten Tangerang membuka secara transparan penggunaan anggaran MTQ ke-56.
Menurut mereka, keterbukaan informasi publik merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
FORMI turut menyoroti adanya dugaan praktik mobilisasi peserta lintas daerah dan ketidaksesuaian domisili dalam proses seleksi MTQ.
Mereka menilai hal tersebut perlu diklarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap kredibilitas ajang MTQ.
Dalam tuntutannya, FORMI mendorong agar:
• Pedoman MTQ direvisi, khususnya terkait mekanisme pendaftaran dan verifikasi peserta.
• Proses seleksi tingkat desa dan kecamatan diaudit secara menyeluruh.
• Pembinaan qari dan qariah lokal diperkuat secara berkelanjutan.
Selain itu, koordinator Lapangan FORMI, Cakdoel, menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bertujuan untuk memperbaiki sistem, bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu.
“Kami ingin pembinaan Al-Qur’an di Kabupaten Tangerang berjalan lebih baik, transparan, dan adil bagi semua pihak,” katanya.
Lebih lanjut Cakdoel menegaskan, FORMI menyatakan akan terus memantau dan mengawal isu tersebut hingga terdapat kejelasan serta langkah konkret dari LPTQ dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperbaiki tata kelola MTQ di daerah tersebut.
(Iwan fs.SH)
