ExposeBanten.com | Tangerang – Menjalankan ibadah puasa di tengah masa kehamilan seringkali menghadirkan dilema spiritual sekaligus kekhawatiran mendalam bagi seorang calon ibu. Di satu sisi ada kerinduan untuk beribadah, namun di sisi lain terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga nutrisi buah hati, Sabtu (28/2/2026).
Menjawab kegelisahan tersebut, pakar kesehatan menegaskan bahwa ibu hamil tetap dapat meraih keberkahan Ramadan asalkan kondisi fisik dan janin dalam keadaan prima.
Prioritas Kesehatan Ibu dan Janin
dr. Savitri Rahayu, Sp.OG, spesialis obstetri dan ginekologi dari RS Permata Hati Cikupa, menjelaskan bahwa puasa pada dasarnya diperbolehkan bagi ibu hamil yang tidak memiliki gangguan medis tertentu.
Menurutnya, tubuh manusia memiliki ketahanan yang luar biasa selama kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik.
“Boleh berpuasa apabila selama hamil tidak dijumpai adanya gangguan kehamilan. Puasa tidak akan mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan selama sang ibu berada dalam kondisi sehat,” tutur dr. Savitri dalam keterangan resmi yang diterima pada Jumat (27/2) kemarin.
Nutrisi dan Hidrasi: Kunci Keseimbangan
Kunci utama keberhasilan puasa bagi ibu hamil terletak pada manajemen asupan saat sahur dan berbuka. dr. Savitri menekankan dua pilar utama yang tidak boleh diabaikan:
- Hidrasi yang Cukup: Ibu hamil wajib memenuhi kebutuhan cairan minimal dua liter air putih per hari untuk menjaga volume air ketuban dan sirkulasi darah.
- Nutrisi Seimbang: Mengonsumsi makanan dengan komposisi “Empat Sehat Lima Sempurna” dan memperhatikan kecukupan jumlah kalori sangat krusial untuk mendukung perkembangan organ janin.
Mendengarkan Isyarat Tubuh
Meski semangat beribadah tinggi, dr. Savitri mengingatkan para ibu untuk tetap bersikap humanis terhadap diri sendiri dengan mendengarkan isyarat tubuh.
Ada beberapa “lampu merah” atau gejala yang mengharuskan ibu segera membatalkan puasa demi keselamatan, di antaranya:
- Mual dan muntah yang hebat.
- Pusing, lemas, atau nyeri ulu hati.
- Berkurangnya gerakan janin secara signifikan.
- Munculnya kontraksi pada perut.
Pentingnya Konsultasi Medis
Sebagai langkah preventif, dr. Savitri menyarankan setiap ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan antenatal sebelum memutuskan berpuasa.
Konsultasi ini bertujuan untuk memastikan apakah kondisi kesehatan ibu layak secara medis dan memantau perkembangan janin secara objektif.
“Pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau kondisi janin dalam kandungan. Sangat penting bagi wanita hamil untuk berkonsultasi dengan dokter guna menghindari komplikasi yang mungkin timbul,” tutupnya. (Abo)
