ExposeBanten.com | Tangerang – Sebuah tindakan keji yang mengancam kesehatan masyarakat terjadi di tengah musibah banjir yang melanda kawasan Olek, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. PT SKL diduga kuat sengaja membuang limbah oli hitam pekat ke aliran banjir yang kini telah menerjang masuk ke dalam rumah-rumah warga, Jumat (23/01/2026).
Cairan hitam kental berbau menyengat tersebut mengalir deras bersama luapan air, mengubah kawasan hunian menjadi kubangan limbah yang berbahaya.
Warga setempat kini dalam kondisi siaga satu, bukan hanya karena tinggi air, tetapi karena risiko keracunan dan kecelakaan akibat genangan oli yang licin dan beracun.
“Oli itu dari PT SKL. Banjir sudah tinggi dan sekarang aliran air yang bercampur oli sudah masuk ke dalam rumah warga,” ujar Arga, salah satu warga Desa Cisereh yang menyaksikan langsung derasnya tumpahan limbah tersebut.
Arga menegaskan bahwa insiden ini bukanlah ketidaksengajaan. Ia menuding pihak perusahaan diduga sengaja memanfaatkan momentum banjir untuk membuang limbah agar hanyut tak terlihat, namun kalkulasi mereka salah karena limbah justru terjebak di permukiman.
“Kayanya ada unsur diduga kesengajaan. Kalau tumpah sendiri tidak mungkin sebanyak dan sederas ini. Ini pencemaran lingkungan yang sangat mengkhawatirkan keselamatan dan kesehatan kami, terutama anak-anak kecil,” cetusnya dengan nada geram.
Hingga saat ini, kemarahan warga memuncak akibat belum adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah.
Selama ini, kawasan Olek hanya menjadi objek pantauan tanpa solusi konkret penanganan banjir, dan kini ditambah dengan bencana lingkungan akibat ulah oknum industri.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk segera turun tangan melakukan evakuasi limbah serta memberikan sanksi pidana tegas kepada PT SKL.
Jika dibiarkan, tumpahan oli ini tidak hanya merusak properti, tetapi juga menjadi bom waktu bagi kesehatan masyarakat Desa Cisereh. (AboSopian)
