ExposeBanten.com | Lebak – Suasana tenang Baduy Luar, Kabupaten Lebak, Banten, kedatangan rombongan istimewa, Sabtu-Minggu (16–17 Januari 2026).
Rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan berbagai daerah memutuskan meninggalkan riuhnya gawai (alat elektronik) untuk melebur bersama masyarakat adat dalam acara “Kemah Budaya Baduy”.
Kegiatan ini menekankan pembelajaran nilai kesederhanaan dan penghormatan terhadap alam langsung dari masyarakat Kanekes.
Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, menyambut hangat kedatangan insan pers.
Dalam sambutannya, Jaro Oom menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan mematuhi aturan adat (pikukuh) selama berada di tanah Baduy.
“Kami menyambut baik. Kehadiran ini adalah silaturahmi. Namun, kami minta hormati aturan, jangan gunakan alat elektronik berlebihan, dan jaga alam. Di sini kami hidup sederhana, adat dijaga, kehidupan seimbang,” tegas Jaro Oom.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat (Ajat), menegaskan bahwa Kemah Budaya Baduy bukan sekadar seremonial. Kegiatan ini adalah momen refleksi bagi wartawan di tengah derasnya arus digitalisasi untuk kembali memahami kearifan lokal yang relevan dengan kehidupan modern.
“Ini pengingat bahwa kesederhanaan dan ketaatan pada adat tetap krusial bagi kehidupan berbangsa. Peran pers haruslah menjadi jembatan informasi yang berakar pada budaya dan pelestarian alam,” ujar Ajat.
Selama dua hari, para wartawan mengikuti serangkaian aktivitas adat, dialog budaya, hingga merasakan langsung pengalaman hidup berdampingan dengan warga Baduy, mulai dari pengenalan sejarah hingga aturan adat yang ketat. (AboSopian)
