ExposeBanten.com | Teheran – Di tengah dentuman ledakan dan penutupan wilayah udara di Timur Tengah, keselamatan warga sipil menjadi perhatian utama pasca-serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Teheran memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran dalam kondisi aman dan terus dipantau keselamatannya.
Saat ini, sebanyak 329 WNI telah terdata dan berada dalam jangkauan komunikasi intensif pihak kedutaan untuk memastikan perlindungan maksimal di tengah situasi darurat kawasan.
Detail Situasi Kemanusiaan
- Komunikasi Dua Arah: Duta Besar RI, Roy Soemirat, menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menjalin kontak langsung dengan simpul-simpul warga di berbagai kota.
- Kondisi Warga: Meski ledakan terdengar di kota-kota besar seperti Teheran dan Isfahan, sejauh ini para WNI melaporkan tidak ada ancaman langsung terhadap keselamatan mereka.
- Tragedi Sipil: Di sisi lain, serangan udara dilaporkan telah memicu dampak kemanusiaan yang memilukan, termasuk jatuhnya korban jiwa di sebuah sekolah di Minab, Iran Selatan.
Dampak Operasional dan Regional
Konflik ini memicu kepanikan massal di kawasan yang menyebabkan:
- Penutupan Wilayah Udara: Delapan negara, termasuk Qatar dan UAE, menutup jalur penerbangan demi keamanan sipil.
- Lumpuhnya Transportasi: Bandara Dubai menghentikan seluruh operasional, memutus akses mobilitas ribuan orang di kawasan tersebut.
- Status Darurat: Israel menetapkan status darurat nasional dengan menutup sekolah dan tempat kerja untuk melindungi warga mereka.
Imbauan dan Kontak Darurat
KBRI meminta seluruh WNI tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan aktif memberikan kabar di grup koordinasi.
Bagi keluarga atau warga yang membutuhkan bantuan darurat, dapat segera menghubungi:
Hotline KBRI Teheran: +98 902 466 8889. (***)
