Foto: Ponpes Modern Subulussalam Desa Kresek, Minggu 8/3 (Dok/Abo)
ExposeBanten.com | Tangerang– Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang sejak Jumat (6/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026) menyebabkan banjir di 10 kecamatan.
Di tengah suasana bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang bergerak cepat mengerahkan personel untuk mengevakuasi warga yang terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Drs. H. Achmad Taufik M.Si., menyatakan bahwa hingga Minggu pagi, tim gabungan masih bersiaga di lapangan.
“Hingga pagi ini, BPBD masih terus memantau situasi di titik-titik terdampak. Kami bersama tim tengah melakukan pendataan dan evakuasi guna memastikan keselamatan warga yang rumahnya terendam,” ujarnya.
Ia juga memberikan daftar wilayah Kecamatan di Kabupaten Tangerang yang terendam banjir berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD per Minggu pagi, sebaran banjir mencakup lokasi-lokasi strategis di antaranya:
- Kecamatan Kelapa Dua: Kelurahan Bencongan
- Kecamatan Tigaraksa:
- Desa Margasari.
- Desa Cisereh.
- Desa Pasir Bolang/kawasan olek.
- Kecamatan Rajeg:
- Perumahan Mutiara Tanjakan Desa Tanjakan
- Perumahan Villagio Residence Desa Jambu Karya.
- Perumahan Royal Residence Desa Sukatani.
- Kecamatan Kronjo: Desa Pasilian.
- Kecamatan Pasar Kemis: Perumahan Villa Tomang Desa Gelam Jaya.
- Kecamatan Sepatan: perumahan Prima Desa Karet.
- Kecamatan Kresek: Ponpes Modern Subulussalam Desa Kresek.
- Kecamatan Sindang Jaya: Desa Sindang Panon RT 005/01.
- Kecamatan Sepatan Timur: Perumahan Samawa Desa Jati Mulya.
- Kecamatan Curug: Perumahan Utama Desa Kadu Jaya.
Merujuk pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Provinsi Banten termasuk Kabupaten Tangerang diprediksi masih akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: Cilegon Terendam Lagi, Warga Krakatau Hijau: Kami Butuh Solusi Nyata, Bukan Sekadar ‘Omon-omon’
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di daerah aliran sungai atau sekitar tanggul.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak mendekati area sungai saat hujan lebat. Jika petugas memberikan instruksi untuk mengungsi, segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan bersama,” tegas Achmad Taufik.
Upaya penanganan darurat terus diprioritaskan agar dampak luapan air tidak meluas ke wilayah lain, sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang. (Abo)
