Jembatan Kp Sukamunclak Ds Rancabango Kec Rajeg yang roboh
ExposeBanten.com | Tangerang – Sementara para pejabat sibuk berdiskusi di ruangan sejuk, warga Kampung Sukamunclak, Desa Rancabango, justru harus mengurut dada.
Di tengah gegap gempita Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rajeg 2026 yang mengklaim sukses besar, sebuah video viral jembatan roboh di wilayah tersebut seolah menjadi “tamparan keras” bagi pemerintah.
Pemerintah Kecamatan Rajeg baru saja merampungkan Musrenbang Tahun Anggaran 2026 pada Selasa (21/1/2026). Hasilnya pun terdengar sangat ambisius: 50 usulan prioritas pembangunan disepakati.
Camat Rajeg, Oman Apriaman, bahkan dengan percaya diri menyebut Musrenbang kali ini mengusung tema besar transformasi sosial, ekonomi, hingga infrastruktur dan ekologi.
“Melalui Musrenbang ini, kita harapkan lahir solusi yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi wilayah Rajeg,” ujar Oman dalam pernyataan resminya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi mentalitas masyarakat agar sejalan dengan pembangunan fisik yang holistik.
Namun, jargon “tepat sasaran” itu terasa getir bagi warga Desa Rancabango.
Faktanya, di saat pemerintah membicarakan transformasi masa depan, akses utama warga di Kampung Sukamunclak justru hancur diterjang luapan Sungai Cimanceuri.
Ironisnya, jembatan yang roboh tersebut bukan hasil proyek pemerintah, melainkan buah dari swadaya alias “patungan” keringat masyarakat sendiri.
Video jembatan yang ambruk itu kini menghiasi media sosial, menjadi sangat kontras dengan 50 usulan indah yang dikirim ke tingkat Kabupaten Tangerang.
Warga setempat kini hanya bisa berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tidak hanya jago dalam menyusun daftar usulan di atas kertas, tapi juga peka terhadap kebutuhan darurat yang ada di depan mata.
Pertanyaannya kemudian, apakah 50 usulan prioritas tersebut benar-benar menyentuh jembatan Sukamunclak yang “sekarat”, ataukah transformasi yang dimaksud hanya sekadar retorika di meja rapat.
Publik menunggu bukti, bukan sekadar diskusi. (AboSopian)
