ExposeBanten.com | Tangerang – Di tengah persiapan umat Muslim menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H, kecemasan akan lonjakan harga bahan pokok menjadi perhatian utama pemerintah, Selasa (17/2/2026).
Memastikan warga bisa beribadah dengan tenang tanpa terbebani urusan dapur, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung memantau ketersediaan pangan di Pasar Mauk, Jumat (13/2).
Langkah ini dilakukan melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tangerang untuk menjamin bahwa komoditas esensial seperti daging ayam, sapi, hingga minyak goreng tetap tersedia dan harganya terjangkau bagi masyarakat luas.
“Mudah-mudahan di pasar-pasar lainnya tetap stabil. Kita ingin menjelang bulan suci Ramadan ini masyarakat bisa belanja dengan biaya yang tidak terlalu tinggi, syukur-syukur tidak ada kenaikan,” ujar Bupati Maesyal.
Bagi Bupati, menjaga harga bukan sekadar angka statistik, melainkan upaya nyata untuk meringankan beban ekonomi warga.
“Jadi beban masyarakat bisa terbantu dengan tidak naiknya barang-barang yang ada di pasar,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sebagian besar harga komoditas utama masih menunjukkan angka yang bersahabat.
Harga ayam potong terpantau normal di kisaran Rp38.000 per kilogram atau Rp60.000 per ekor. Demikian pula dengan daging sapi yang masih stabil di angka Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram.
Meski demikian, tim menemukan sedikit riak pada harga minyak goreng yang mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 dari harga normal Rp15.800 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan ini dipicu oleh keterlambatan distribusi dari pihak Bulog.
Merespons hal tersebut, Pemkab Tangerang bergerak cepat dengan meminta Bulog segera mempercepat penyaluran agar harga kembali normal dalam waktu dekat.
Masyarakat tidak perlu merasa khawatir berlebih mengenai kelangkaan barang. Pemkab Tangerang memberikan jaminan bahwa stok kebutuhan pokok dipastikan aman dan terkendali, tidak hanya untuk awal Ramadan, tetapi hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang.
Melalui monitoring rutin ini, pemerintah berharap suasana kekeluargaan dan kekhusyukan Ramadan di Kabupaten Tangerang dapat terjaga, dimulai dari ketersediaan hidangan di meja makan setiap keluarga. (Abo)
