ExposeBanten.com | Tangerang — Masalah rumah tidak layak huni (RTLH) dan penguatan ekonomi lokal menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Babakan, Kecamatan Legok, Kamis (22/01/2026).
Melalui forum ini, Pemerintah Kelurahan Babakan resmi mengusulkan prioritas pembangunan tahun anggaran 2027 yang difokuskan pada infrastruktur dasar, ketahanan pangan, dan perbaikan hunian warga.
Lurah Babakan, Hj. Muawanah, mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi wilayahnya terkait masih banyaknya rumah warga yang memerlukan bantuan renovasi.
Selama ini, kata, Hj. Muawanah, perbaikan RTLH di Babakan masih sangat bergantung pada swadaya masyarakat yang terbatas.
“Rumah tidak layak huni masih banyak yang dibiayai melalui swadaya. Kami sangat berharap pada tahun anggaran mendatang ada dukungan bantuan nyata dari pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan ini,” tegas Hj. Muawanah di hadapan peserta Musrenbang di halaman Kantor Kelurahan Babakan.
Selain hunian, optimalisasi sektor industri kecil melalui pengembangan produk unggulan UMKM menjadi pilar utama untuk menggerakkan ekonomi berkelanjutan. Usulan ini diperkuat dengan rencana peningkatan sarana prasarana infrastruktur untuk mendukung aksesibilitas warga.
Gayung bersambut, Camat Legok, M. Yusuf Fachroji, menekankan bahwa perencanaan tahun 2027 harus tepat sasaran. Ia menginstruksikan agar fokus pembangunan diarahkan pada kebutuhan mendesak masyarakat, seperti penanganan banjir dan perbaikan lingkungan.
“Musrenbang ini adalah wadah menyelaraskan aspirasi warga. Kita ingin manfaat pembangunan benar-benar dirasakan langsung, terutama untuk urusan infrastruktur lingkungan yang mendesak,” ujar Yusuf.
Dukungan politik pun mengalir dari parlemen. Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Golkar, Fikri Faiz Muhammad, menyatakan komitmennya untuk mengawal usulan tersebut di tingkat kabupaten.
Hal senada juga disuarakan oleh Abdul Kodir dari Fraksi Gerindra yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Aspirasi masyarakat Babakan akan menjadi bahan perjuangan kami di DPRD. Fokus kami adalah memastikan kebutuhan dasar dan program kesejahteraan masyarakat terealisasi pada 2027,” kata Fikri Faiz.
Musrenbang yang mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan” ini turut dihadiri oleh jajaran Sekretariat Kelurahan, Karang Taruna, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Hasil dari musyawarah ini diharapkan menjadi cetak biru pembangunan Babakan yang lebih inklusif dan berdampak langsung pada kualitas hidup warga. (Iwan.fs, SH)
