ExposeBanten.com | Tangerang – Kondisi rutan yang sudah kepenuhan alias overcrowding emang nggak enak buat siapa pun, baik buat petugas maupun warga binaan itu sendiri.
Biar suasana di dalam makin adem dan pembinaan makin maksimal, Rutan Kelas I Tangerang gerak cepat melakukan mutasi besar-besaran terhadap 52 warga binaannya dalam sepekan terakhir.
Langkah “geser posisi” ini bukan tanpa alasan. Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, menjelaskan kalau mutasi ini adalah bagian dari eksekusi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).
Tujuan utamanya simpel tapi krusial: biar rutan nggak keberatan beban dan warga binaan bisa dapat pembinaan yang lebih pas sesuai dengan profil mereka.
“Pemindahan ini bukan cuma soal ngurangin sesak, tapi langkah strategis biar lingkungan pemasyarakatan lebih aman dan tertata. Kalau tempatnya pas, program pembinaan kepribadian dan kemandirian juga bisa diserap lebih maksimal sama mereka,” ujar Irhamuddin dengan nada optimis.
Proses mutasi ini nggak dilakukan sembarangan dan terbagi dalam dua tahap di bulan Februari 2026 ini:
- Tahap I (11 Februari): Sebanyak 23 warga binaan dikirim ke Lapas Kelas IIA Cilegon.
- Tahap II (13 Februari): Sebanyak 29 warga binaan digeser ke Lapas Kelas I Tangerang.
Totalnya ada 52 orang yang dipindah. Mereka yang dimutasi ini rata-rata punya “jam terbang” pidana yang cukup tinggi, yakni di atas 8 tahun, serta masuk kategori risiko tinggi. Makanya, tempat pembinaannya pun harus disesuaikan ke level Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Walaupun suasananya serius karena menyangkut pengamanan, proses pemindahan ini tetap mengedepankan sisi humanis. Biar semua lancar.
Rutan Tangerang nggak sendirian. Mereka menggandeng rekan-rekan dari TNI dan Polri buat memastikan perjalanan aman terkendali.
Komandan lapangan, Christian Natanael Tarigan selaku Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), turun langsung mengawal ketat biar situasi tetap kondusif dari awal sampai tujuan.
Irhamuddin menegaskan kalau aksi bersih-bersih dari overcrowding ini bakal terus jadi fokus utama. Pihaknya berkomitmen menjalankan tugas secara profesional tapi tetap “memanusiakan manusia”.
“Kami bakal terus berupaya supaya sistem pemasyarakatan kita makin baik, aman, dan yang paling penting, tetap berorientasi pada pembinaan,” tutupnya. (Abo)
