Exposebanten.com | TANGERANG – Ratusan petani yang tergabung dalam Gabungan Masyarakat Pemerhati Kebijakan Publik (GMPKP) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang pada Senin, 19 Oktober 2026.
Mereka memprotes ketidakpedulian pemerintah daerah terhadap krisis kekeringan yang melanda lahan pertanian mereka dan menuntut agar Kepala Dinas (Kadis) DPKP segera dicopot dari jabatannya.
Aksi massa ini dipicu oleh kekecewaan mendalam para petani terhadap respons pejabat DPKP yang dinilai menutup mata dari realita di lapangan.
Bukannya memberikan solusi nyata atas krisis air yang mengancam mata pencaharian warga, pihak dinas justru terkesan meragukan laporan kekeringan dan berlindung di balik data internal mereka.
Baca Juga: Petani Tigaraksa Butuh Air, DPKP Kabupaten Tangerang Dinilai Hanya Obral Janji Program
Koordinator aksi, Alamsyah, menyayangkan sikap Kadis DPKP yang sempat mempertanyakan lokasi sawah yang mengalami kekeringan.
“Kadis DPKP pernah menanyakan sawah mana yang kekeringan. Kami menantang mereka, mari kita turun langsung ke sawah dan cek bersama-sama,” ujar Alam di tengah kepungan massa aksi.
Alam mengungkapkan bahwa GMPKP sebelumnya sudah berupaya membuka ruang dialog untuk mencari jalan keluar terbaik. Namun, respons yang diterima justru sangat mengecewakan.
“DPKP malah membahas soal (faktor) hujan. Kalau argumennya hanya pasrah pada alam, untuk apa ada pemerintahan? Intinya, kalau pemerintah mau bergerak, pasti ada solusi,” tegasnya.
Senada dengan Alam, perwakilan massa lainnya, Suhud, menilai pihak dinas sama sekali tidak memiliki niat baik untuk mendengarkan keluhan dari bawah.
Ia menegaskan bahwa para petani lelah melihat pejabat yang hanya duduk manis di dalam ruangan ber-AC tanpa tahu penderitaan rakyat.
“Dari awal kami tidak didengar. Jangan cuma mencari pembenaran dari data sendiri. Ayo cek bersama ke lapangan, lihat sawah mana yang tidak kering agar tahu kondisi asli kami saat ini,” kata Suhud dengan nada geram.
Massa mengancam akan kembali melakukan aksi demonstrasi dengan jumlah yang jauh lebih besar jika aspirasi mereka tetap diabaikan.
Mereka mendesak Bupati Tangerang untuk segera mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kepala DPKP Kabupaten Tangerang yang dianggap gagal menangani krisis pangan dan pertanian ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau konfirmasi dari pihak DPKP Kabupaten Tangerang terkait tuntutan dan tantangan cek lapangan yang diajukan oleh para petani. (Abo)

