Exposebanten.com — Tim nasional Mesir harus menelan pil pahit setelah kemenangan bersejarah di depan mata sirna secara dramatis dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Sempat unggul dua gol, skuad The Pharaohs akhirnya takluk 2-3 dari juara bertahan Argentina di Stadion Atlanta pada Selasa (7/7/2026) tengah malam akibat comeback kilat yang diwarnai kontroversi keputusan Video Assistant Referee (VAR).
Mesir hampir menciptakan kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola mereka dengan memimpin 2-0 hingga menit ke-78.
Namun, petaka dimulai pada menit ke-79 saat bek Argentina, Cristian Romero, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Gol Romero ini melanda kepanikan lini belakang Mesir, hingga kapten Argentina, Lionel Messi, sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hanya empat menit berselang.
Mimpi buruk Mesir menjadi kenyataan pada masa injury time (90+2′) ketika sundulan Enzo Fernández merobek jala gawang mereka, sekaligus mengunci kemenangan luar biasa bagi Albiceleste.
Laga ini menyisakan polemik besar setelah kubu Mesir melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit asal Prancis, François Letexier, dan jajaran petinggi VAR.
Ada dua momen krusial yang dinilai merugikan Mesir, pertama saat unggul 1-0, gol kedua yang dicetak oleh Mostafa Zico dianulir VAR karena gelandang Marwan Attia dianggap menginjak Lisandro Martínez di awal proses serangan.
Kedua, beberapa detik sebelum Argentina mencetak gol kemenangan, pemain Mesir bersikeras bahwa Mohamed Salah telah dilanggar di kotak penalti Argentina, namun wasit membiarkan laga berlanjut hingga berujung serangan balik fatal.
Akhir yang menyakitkan skuad The Pharaohs, saat peluit panjang berbunyi, para pemain Mesir langsung terkapar di lapangan dalam kondisi tidak percaya.
Tiket perempat final pertama sepanjang sejarah mereka yang sudah sangat dekat, lenyap hanya dalam sekejap dengan cara yang paling menyakitkan. (Abo)

