Exposebanten.com | SERANG — Sebanyak 221 imam masjid dari seluruh penjuru Banten telah diuji dan diseleksi untuk menjadi garda terdepan pembangun karakter umat, yang puncaknya ditandai dengan Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten pada Minggu (5/7/2026).
Ajang ini merupakan rangkaian penutup dari gerakan Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.
Acara penutupan yang digelar di Banten ini dihadiri langsung oleh Ketua Steering Committee (SC) IGIC 2026, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, bersama Ibu Menteri Agama RI, Helmi Halimatul Udhma, yang bertugas sebagai Pengawas Dewan Hakim.
Kehadiran para tokoh agama, dewan hakim, dan unsur pemerintah daerah turut memeriahkan helatan ini.
Menurut Sabilul Alif, MTQ ini bukanlah sekadar perlombaan biasa, melainkan langkah nyata untuk melahirkan imam masjid yang profesional, berintegritas, dan memiliki wawasan kebangsaan.
“MTQ Imam bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana melahirkan imam-imam yang profesional, berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu menjadi perekat persatuan bangsa,” ujar Sabilul Alif.
Dari 221 peserta yang mengikuti seleksi daring, tersaring 180 peserta di babak penyisihan hingga menyisakan 28 finalis terbaik.
Mereka bersaing ketat dalam tujuh cabang musabaqah, yakni Tartil Al-Qur’an, Tilawah Al-Qur’an, Hifzh 15 Juz, Hifzh 30 Juz, Tafsir Al-Qur’an, Khutbah Jumat, dan Adzan.
Sabilul Alif juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran dewan hakim yang telah bertugas secara profesional dan objektif.
Di Banten, Sabilul Alif, rangkaian menuju IGIC 2026 sendiri telah dimulai sejak awal melalui kegiatan Istighatsah dan Tabligh Akbar yang diikuti oleh sekitar 5.000 jamaah, serta Seminar Keimaman yang melibatkan 500 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, penyuluh agama, dan pengurus DKM.
Penyelenggaraan di Banten melengkapi rangkaian Bridging IGIC 2026 yang sebelumnya sukses diselenggarakan di Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, rangkaian Bridging IGIC telah sukses dilaksanakan di Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan kini di Provinsi Banten. Selanjutnya kegiatan ini akan berlanjut di beberapa provinsi lainnya sebagai upaya memperluas partisipasi para imam, memperkuat kolaborasi lintas daerah, serta membangun semangat kebersamaan menuju penyelenggaraan IGIC 2026,” tutur Sabilul Alif.
Seluruh rangkaian di daerah ini merupakan pemanasan menuju puncak acara International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.
Melalui forum internasional ini, Indonesia yang memiliki populasi muslim terbesar siap menjadi pelopor dialog antarbangsa dan pusat diplomasi keagamaan dunia, dengan menjadikan nilai-nilai agama sebagai fondasi bagi perdamaian global.
“IGIC bukan sekadar konferensi internasional, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian dunia, ” kata Sabilul Alif.
“Dari Indonesia, kita ingin mengirimkan pesan bahwa agama adalah sumber persaudaraan, harmoni, dan solusi bagi kemanusiaan, “tutupnya. (*)

