Exposebanten.com | TANGERANG – Polresta Tangerang menyiagakan personel di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, melalui apel siaga pada Rabu (1/7/2026) malam.
Langkah ini diambil melalui apel siaga guna mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mengamankan pemukiman yang ditinggal mengungsi oleh warga akibat sebaran asap pekat.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan kelancaran evakuasi merupakan prioritas utama kepolisian.
“Kehadiran Polri tidak hanya untuk membantu pengamanan lokasi kebakaran, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Kombes Pol Indra Waspada.
Baca Juga: TPA Jatiwaringin Terbakar Hebat Paksa Puluhan Warga Mengungsi ke Kantor Desa
Baca Juga: Asap Kepung Warga, Bupati Tangerang Bersiap Tetapkan Status Darurat TPA Jatiwaringin
Selain fokus pada mitigasi bencana, Polresta Tangerang bergerak cepat mengantisipasi potensi kriminalitas. Personel di lapangan diinstruksikan menjaga ketat dan patroli kawasan perumahan yang kosong karena ditinggal mengungsi.
“Pastikan rumah-rumah warga yang ditinggalkan tetap dalam kondisi aman,” tegas Indra.
Untuk merealisasikan hal tersebut, polisi menggelar patroli berkala serta membangun komunikasi intensif dengan perangkat desa dan warga setempat.
Di lokasi kejadian, polisi bertugas mengatur lalu lintas untuk menjamin mobilitas kendaraan operasional.
Distribusi mobil pemadam kebakaran, alat berat, dan truk logistik dipastikan harus berjalan tanpa hambatan agar titik api bisa segera dikendalikan.
Mengingat tingginya risiko paparan asap tebal yang dapat mengganggu kesehatan, Kapolresta mewajibkan seluruh anak buahnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, terutama masker, serta membatasi kontak langsung dengan asap.
Di sisi lain, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk kooperatif dengan tidak mendekati titik api. Hal ini penting demi menghindari bahaya hawa panas, hirupan asap beracun, serta potensi kecelakaan akibat lalu lalang alat berat di area sterilisasi. (*)

