Exposebanten.com | TANGERANG — Pelayanan Puskesmas Kronjo, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam setelah seorang pasien anak perempuan berusia 13 tahun berinisial U mengaku dibentak oleh oknum dokter saat berobat.
Insiden yang memicu reaksi negatif dari warga sekitar ini justru dinilai sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh pihak manajemen puskesmas.
Keluhan tersebut mencuat usai U menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kronjo. Ia mengaku tertekan dengan sikap tenaga medis yang menanganinya.
“Seorang dokter berbicara dengan nada keras saat bertanya kepada saya,” ujar U dengan nada kecewa setelah keluar dari ruang pemeriksaan.
Keluhan anak di bawah umur ini bukan sekadar isapan jempol. Aripin, seorang warga Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, yang kebetulan berada di lokasi kejadian untuk berobat, mengonfirmasi kebenaran intimidasi verbal tersebut.
“Benar bang, dibentak. Saya juga lagi berobat di situ,” tegas Aripin memberikan kesaksian atas apa yang didengarnya langsung.
Menanggapi polemik yang meresahkan warga Kecamatan Kronjo ini, Kepala Puskesmas (Kapus) Kronjo, Dr. Aruh Pedi, langsung pasang badan. Ia berdalih tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya tidak menyalahi aturan.
“Alhamdulillah sudah sesuai SOP,” ucap Dr. Aruh Pedi saat dikonfirmasi Exposebanten.com, pada Rabu (1/7/2026).
Menurut Dr. Aruh, ada kesalahpahaman komunikasi antara petugas medis dan pasien di lapangan. Ia menilai respons emosional pasien sering kali subjektif saat menerima tindakan medis.
“Kadang-kadang asumsi pasien membentak, padahal dibujuk untuk tenang pasiennya. Selalu ada ucapan yang terlontar dari kami dianggap salah. Itulah risiko pelayanan. Enggak ada niatan dari petugas kesehatan untuk menyakiti pasien,” dalihnya.
Selain masalah dugaan bentakan, Dr. Aruh juga membeberkan insiden lain yang terjadi sehari sebelumnya.
Pihak puskesmas sempat menegur keras keluarga pasien lain yang nekat merekam proses medis tanpa izin.
“Kemarin sore ada keluarga pasien kita tegur karena memvideokan tindakan penjahitan luka. Dikatakan jangan divideo ya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, reaksi protes dari masyarakat Kronjo terkait kualitas pelayanan dan keramahan petugas di Puskesmas Kronjo masih terus bergulir di media sosial dan lingkungan warga. (Abo)

