Exposebanten.com | TANGERANG — Sebuah kecelakaan kerja yang mengerikan terjadi di Perumahan Villa Balaraja, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/4/2026) malam.
Akibat jarak yang terlalu dekat antara aktivitas pengisian BBM dengan api terbuka, tiga orang pekerja galian tanah harus dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB ini bermula saat pemilik warung sedang menakar bensin ke dalam botol literan.
Naas, tepat di depan warung tersebut, sejumlah pekerja galian PDAM tengah melakukan lembur dengan hanya mengandalkan penerangan seadanya, sebatang lilin yang menyala.
“Abang lagi naker (menakar) bensin, lalu ada lilin menyala di pekerjaan galian PDAM itu untuk penerangan,” ujar pemilik warung saat memberikan keterangan.
Uap bensin yang menyambar lidah api lilin seketika memicu ledakan kecil. Api dengan cepat merambat melalui selang bensin, hingga menyambar tiga pekerja galian yang berada di lokasi.
Tidak hanya tiga orang pekerja menjadi korban kobaran api, satu unit kendaraan roda dua yang terparkir di dekat lokasi juga ikut terbakar
Saksi mata menyebutkan kobaran api muncul begitu cepat sehingga para pekerja tidak sempat menyelamatkan diri.
Ketiganya langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat akibat luka bakar yang diderita.
Buyung, salah satu penggiat kontrol sosial yang tergabung di YLPK Ferari Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi perhatian serius.
Ia menilai pelaksana proyek galian lalai dalam pengawasan dan diduga mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menjadi hak para pekerja.
“Kalau pekerjaan tidak diawasi dengan benar, resiko seperti ini bisa terjadi,” ujar Buyung, Kamis (23/4/2026).
Saat dirinya ditanya siapa yang bertanggung jawab atas kerugian dialami warga pemilik warung dan pekerja yang menjadi korban sambaran api dalam peristiwa ini.
“Semua pihak yang terlibat, mulai dari pelaksana, pengawas lapangan, bidang teknik, sampai pemberi izin, harus ikut bertanggung jawab sesuai perannya,” tegas Buyung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek galian tanah belum memberikan pernyataan resmi terkait prosedur keselamatan kerja yang menggunakan penerangan lilin di area rawan tersebut.
Kondisi terkini ketiga korban pun masih belum diketahui atas keselamatannya. (Abo)
