Exposebanten.com | Tangerang — Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Anggota MPR RI Fraksi PKB, Moh. Rano Alfath, S.H., M.H., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama relawan Korcam dan Kordes se-daerah pemilihan yang meliputi Kecamatan Balaraja, Jayanti, Tigaraksa, Solear, Jambe, dan Cisoka, Senin (16/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lesehan Mba Nur, Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja ini dihadiri ratusan peserta dan dirangkaikan dengan buka puasa bersama di bulan Ramadhan.
Mengangkat tema “Ketahanan Nasional di Tengah Krisis Ekonomi dan Geopolitik Global,” Rano menyoroti dinamika dunia yang tengah diwarnai ketegangan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel yang berdampak pada ketidakstabilan ekonomi global.
Dalam pemaparannya, Rano menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus menjadi landasan dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian.
“Ketegangan geopolitik hari ini berdampak langsung pada harga energi, pangan, hingga stabilitas ekonomi nasional. Kita tidak boleh lengah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa implementasi nilai Pancasila, khususnya sila keadilan sosial, harus tercermin dalam kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat.
“Di tengah ancaman krisis global, negara harus hadir melindungi masyarakat kecil, memastikan distribusi pangan dan energi tetap stabil,” tegasnya.
Mengaitkan dengan UUD 1945, Rano menekankan pentingnya kemandirian ekonomi nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33.
“Kita tidak boleh terlalu bergantung pada pihak luar. Krisis global menjadi pelajaran bahwa kedaulatan ekonomi adalah bagian dari kedaulatan negara,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, peserta menanyakan dampak langsung konflik global terhadap kehidupan masyarakat desa.
Rano menjawab, “Dampaknya nyata, mulai dari kenaikan harga bahan pokok hingga biaya produksi pertanian.
Karena itu, peran relawan sangat penting untuk menjaga solidaritas sosial dan ketahanan masyarakat di tingkat lokal.”
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi global.
“Jangan sampai isu luar negeri justru memecah belah kita di dalam negeri. Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi kekuatan kita untuk tetap solid,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Rano menegaskan bahwa relawan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. ***
